Ini Tanggapan Masyarakat Terhadap Rencana Referendum Aceh

Jumat, 31 Mei 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sabang (ADC)- Berbicara rencana Referendum buat Aceh yang kini hangat dibicarakan masyarakat, menimbulkan berbagai reaksi dari rakyat Aceh, seperti apa yang disampaikan Abdul Salam kepada media ini, Jum’at 31 Mei 2019 di Sabang.

Menurutnya, rakyat Aceh saat ini tidak semua butuh diberikan Referendum, mengingat ekonomi Aceh sendiri belum siap untuk bediri sendiri dan masih bertopang pada provinsi tetangga yaitu Sumatra Utara.

Oleh karena itu, menurut hemat saya, jangan terlalu terburu buru untuk kita minta Referendum bagi Aceh, yang kini masih sangat minim industri pendukung guna mendirikan negara sendiri seperti Timor Leste.

BACA JUGA...  Partai Aceh Bentuk Kelompok Kerja Perlindungan Anak 

“Lihat saja kondisi Timor Leste, sejak lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pembangunannya tidak berjalan lancar, dan rakyatnya juga belum bisa sejahtera. Padahal, mereka didukung oleh negera tetangganya dan beberapa negara lainnya. Nah, jika Aceh juga kita tuntut hal yang sama, saya pikir perlu ada pemikiran yang matang. Karena Aceh hanya mengandalkan pada sumber alam semata, sedangkan dukungan negara lain selama ini tidak ada,” ungkap Abdul Salam.

BACA JUGA...  Ketua Harian PB Muaythai Indonesia Fachrul Razi: Kami Perintahkan Tim Hukum PBMI Advokasi Kasus Kematian Atlit Aceh

Hal senada juga disampaikan unsur pemuda Kota Sabang. Menurut Adi, dirinya belum sepakat untuk dilakukan Referendum di Aceh. Pasalnya, kondisi Aceh pasca bencana alam tsunami dan perjanjian perdamaian Helsinki, kini Aceh sudah bangkit dan maju.

“Belum saatnya Aceh minta Referendum, karena pasca bencana alam tsunami dan penandatanganan perjanjian Helsinki, Aceh selain aman damai, Aceh juga sudah bangkit dan mulai maju,” kata Adi.

Sementara itu, Rusli salah seorang tokoh masyarakat berharap, kepada semua pihak yang berkeinginan Aceh untuk dilakukan Referendum, agar tidak perlu tergesa gesa dan harus mengikuti petuah dan tata cara indatu (orang terdahulu).

BACA JUGA...  Sertifikasi Tanah Wakaf, Kemenag, Kejati dan BPN Aceh Kerjasama

“Dimana orang Aceh setiap ingin melakukan sesuatu rencana, sebelumnya duduk bersama mulai dari alim ulama, tokoh masyarakat, cerdik pandai dan pemuda seluruh Aceh, guna membicarakan langkah langkah dan untung ruginya apabila dilakukan Referendum.”

“Jadi tidak perlu tergesa-gesa untuk meminta Referendum. Sebagai orang yang hidup dalam penuh persaudaraan, apapun yang akan dilakukan, terlebih dahulu bermusyawarah dengan melibatkan alim ulama, tokoh masyarakat, cerdik pandai dan pemuda,” tutup Rusli. (Redaksi).

Berita Terkait

PPAB GMNI USK: Merah dalam Ideologi, Tegas dalam Perjuangan, Membangun Kader yang Berpihak pada Rakyat
SPS Aceh Berduka, CEO Kabar Aceh Dedi Rahman Berpulang
Wagub Aceh Raih Penghargaan Penguat Ekonomi Syariah
Pinjam Scoopy Teman, Pria di Aceh Besar Malah Gadaikan Rp6 Juta
Kapolda Aceh ke Sabang, Pastikan Kesiapan Jajaran Kepolisian
35 Peserta Muda Berebut Tiket Bintang Radio Nasional
Petani Keluh Bantuan Bibit Padi dari Pemerintah, Muhammad Hasan: Cek Lapangan
SMSI Aceh Utara Dikukuhkan, Tgk. Jambe: Media Memiliki Peran Strategis 

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:17 WIB

PPAB GMNI USK: Merah dalam Ideologi, Tegas dalam Perjuangan, Membangun Kader yang Berpihak pada Rakyat

Minggu, 6 September 2026 - 15:34 WIB

Wagub Aceh Raih Penghargaan Penguat Ekonomi Syariah

Minggu, 6 September 2026 - 15:28 WIB

Pinjam Scoopy Teman, Pria di Aceh Besar Malah Gadaikan Rp6 Juta

Minggu, 6 September 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Aceh ke Sabang, Pastikan Kesiapan Jajaran Kepolisian

Minggu, 6 September 2026 - 12:59 WIB

35 Peserta Muda Berebut Tiket Bintang Radio Nasional

Berita Terbaru

OLAHRAGA

Tak Boleh Ada Pemain Profesional di Liga Santri 2026

Selasa, 8 Sep 2026 - 18:08 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM saat melantik Direktur Utama PT Bina Usaha dan jajaran Komisaris.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Tunjuk Zulfikar Sebagai Direktur Utama PT Bina Usaha

Selasa, 8 Sep 2026 - 09:52 WIB