Ilmu Jurnalistik di Tingkat Sarjana Kian Mendesak: Pilar Profesi yang Teruji Ilmiah

Pandangan serupa juga disampaikan Rizki Maulana, mahasiswa Jurnalistik UIN Jakarta. Menurutnya, pendidikan jurnalistik di kampus membentuk pemahaman intelektual tentang peran media dalam konstruksi realitas.
“Kalau hanya mengejar viral, semua orang bisa jadi jurnalis. Tapi tanggung jawab sosial dan integritas lah yang membedakan kita,” katanya.

Di Aceh, beberapa perguruan tinggi telah mengintegrasikan mata kuliah jurnalistik dalam program studi komunikasi. Namun sejumlah pihak menilai sudah saatnya hadir program studi jurnalistik murni yang berdiri sendiri agar proses pendidikan berlangsung lebih fokus dan terarah.

BACA JUGA...  Di Makam BM Diah dan Rosihan Anwar, AMKI Menyemai Ingatan Pers yang Berjuang

Wilson B. Lumi menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa jurnalis tidak seharusnya hanya dipandang sebagai pencatat atau perekam peristiwa. “Mereka harus mampu menulis sejarah, mengawal demokrasi, dan menjadi suara bagi yang dibungkam,” pungkasnya. (R)