Ilham Pangestu: 40 Persen Kita Bangun Aceh Utara dengan Pokir 

Anggota komisi V DPR RI H. Ilham Pangestu lakukan foto bersama.

LHOKSUKON (MA) Anggota komisi V DPR RI Fraksi Golkar H. Ilham Pangestu bersama Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera I Teuku Faisal Riza, ST.,MT, meninjau langsung penerima manfaat rumah dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), di Gampong Alue Bili Glumpang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara.

Adapun dalam peninjauan tersebut, Ilham Pangestu didampingi oleh anggota DPRK Aceh Utara Hendra Sufriadi,SE, partai Golkar, yang juga Caleg DPRK Aceh Utara, Zulkifli, SH, dan Caleg DPRA Daman Huri,SP.

Selain itu, turut juga hadir para tim dari Partai Golkar dan tim Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera I.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera I, Teuku Faisal Riza, ST.,MT saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan BSPS. BSPS itu Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat terhadap pengurangan rumah tidak layak huni.

“Dalam hal ini komisi V DPR RI bertanggung jawab terhadap pelaksanaan anggaran dan pengawasan, sehingga bapak Ilham Pangestu harus turun ke lokasi dan harus memastikan bahwa apa yang dilaksanakan sesuai dengan kriteria,” ujar Teuku Faisal Riza.

BACA JUGA...  Jajaran Pemkab Bener Meriah Ikuti Rakor PID dengan Mendagri Secara Virtual

Ia menyebutkan, selama tahun 2023 ada 12 ribu program BSPS dari pemerintah pusat untuk Aceh. “Program BSPS itu bertahap, tahap pertama ada 5 ribu, dan tahap kedua ada 7 ribu, jumlah keseluruhannya 12 ribu,” ungkapnya.

Lanjutnya, bantuan dari pemerintah kan dalam bentuk stimulan, hanya 20 juta, tentu stimulan ini ada juga harus swadaya dari masyarakat. Perencanaannya tentu dibuat sesuai dengan anggaran yang ada.

“Tentu kami dibebankan amanah untuk menyelesaikan persoalan perumahan terutama di wilayah Aceh, tentu dengan adanya bantuan BSPS ini ada anggaran yang turun seperti ini itu akan segera bisa membuat backlog atau
jumlah unit perumahan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan perumahan yang belum terpenuhi dalam suatu kawasan atau wilayah tertentu,” jelas Teuku.

BACA JUGA...  Tgk. Zaitun MD Dilantik Sebagai Ketua KONI  Aceh Selatan 

“Kadang kita mempunyai persoalan lain rumah belum terbangun, masih banyak rumah tangga, mungkin masih tinggal dirumah sewa, dan rumah orang tua,” ujarnya.

Sementara itu anggota komisi V DPR RI fraksi Golkar H. Ilham Pangestu mengatakan, selain rumah, dirinya juga  membantu irigasi, jembatan gantung, jalan Brigif 25/Siwah, jalan penghubung antara desa (pisew), dan Sanimas,” ungkap anggota DPR RI fraksi Golkar Ilham Pangestu.

“Alhamdulillah, saya sudah menganggarkan 40 persen Pokok pikiran (Pokir) saya untuk Aceh Utara. Kita paham Aceh Utara sangat luas, ada  27 Kecamatan, dan 852 desa. Ini tentu desa  terbanyak seluruh Indonesia, pasti kebutuhan banyak, kalau kita bebankan kepada pemerintah kabupaten pasti tidak terpenuhi,”ungkap Ilham Pangestu.

“Sebagai wakil rakyat saya sadar, daerah mana yang harus kita perjuangkan, harus kita bangun. Karena itu tadi Aceh Utara ada 852 desa,” ungkapnya.

BACA JUGA...  Bertemu Pengurus SPS, Budi Arie Tegaskan Dukung Ekosistem Pers yang Sehat

Ilham Pangestu berharap kepada masyarakat, apa yang telah diturunkan oleh pemerintah melalui komisi V DPR RI, itu dapat dijaga dengan baik, dan digunakan dengan sebaik-baiknya. Karena menjaga itu bagian dari juga membangun.

“Kita minta masyarakat harus menjaga dengan sebaik-baiknya apa yang telah dibantu oleh pemerintah kepada mereka, dan kita juga selaku anggota komisi V DPR RI yang memindangi Infrastruktur dan Perhubungan selalu berusaha untuk mensejahterakan masyarakat Aceh, khususnya Aceh II,” pungkas Ilham Pangestu anggota DPR RI aktif, yang juga mencalonkan diri untuk DPR RI Periode 2024-2029.

Perlu diketahui, Ilham Pangestu merupakan anggota DPR RI dari Partai Golkar, pemilihan Dapil Aceh II yang meliputi, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Bireuen, Kota Langsa, dan Kota Lhokseumawe. (Sayed Panton).