OPINI Oleh : Muhammad Iqbal Maulana
Yahh, Ini dia Zlatan ibrahimovic, persepakbolaan kelahiran Swedia dengan usia 39 tahun yang masih aktif bermain di salah satu kasta tertinggi sepakbola yaitu di Serie A dan membela Club AC Milan.
Semua fans atau penggemar sepakbola sudah pasti tau dan sangat sering mendengar nama besar pesakbola yang satu ini , sederet prestasi yang sudah di torehkan baik di kancah domestik maupun internasional.
Sekarang dunia sedang dilanda pandemi yang sangat mematikan. Untuk itu pandemic ini bukan tidak bisa, untuk menyerang orang dengan sistem imun yang baik seperti pesepakbola yang satu ini. kita tau bahwasanya setiap pesepakbola professional memiliki porsi olahraga di atas manusia normal pada umumnya serta makanan bergizi yang teratur dimakan setiap hari nya . Tetapi, mengapa para pesepakbola masih bisa terkena Covid-19 ? yang kita tau pada dasarnya salah satu cara untuk mencegah Covid-19 ini adalah olahraga dengan teratur dan perbanyak makan makanan yang bergizi.
Kembali lagi ke definisi awal dari imunitas. Apa itu imunitas ? imunitas adalah suatu sistem yang ada di dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk melindungi tubuh manusia itu terhadap pengaruh biologis dari luar. Contoh, di dalam tubuh manusia ada yang dinamakan dengan antibodi. Jadi, apabila ada virus/antigen masuk datang menyerang maka antibodi lah yang berperan untuk membunuh virus tersebut. Apabila antibodi berhasil mengalahkan virus tersebut maka kita tidak akan mengalami gejala sakit, dan apabila antibody dikalahkan oleh virus tersebut maka kita akan merasakan gejala dari penyakit yang kita derita.
Jadi, Kenapa pesepakbola masih rentan juga terhadap Covid-19 ini ? Carneiro yang merupakan mantan tim dokter dari club sepakbola Chelsea menjelaskan “ sulit untuk mengubah kebiasaan pemain dan staff berpelukan dan bersalaman setelah pertandingan sepakbola selesai karena itu telah dibawa sejak mereka pertama kali menginjakkan kaki sebagai seorang pesepakbola internasional “ kemudian pemain sepakbola harus berbagi ruang ganti, ruang pertemuan,ruang makan, dan menginap di hotel yang sama. Beberapa keadaan tersebut lah yang memungkinkan untuk seorang atlet sepakbola rentan terhadap virus Covid-19 ini. Carneiro juga sempat menuliskan “ para persapkbolaan selalu memikirkan bahwasanya mereka sangat aman terhadap virus ini karena memiliki sistem imun yang baik mengingat padatnya aktivitas yang dijalani , tapi nyata tidak demikian “.
Pada dasarnya pesepakbola lah yang rentan untuk virus Covid-19 ini hal ini diakibatkan oleh banyak nya pertandingan yang harus mereka jalani, belum lagi latihan fisik yang otomatis akan menciptakan ketegangan di dalam tubuh. Alasan lain kemungkinan pesepakbola bisa tertular Covid-19 ini adalah karena sering keluar negeri dan bertemu banyak orang untuk melakukan pertandingan, ditambah pola tidur yang berubah, kembali ke hotel saat pagi,menciptakan rasa lelah dan mengakibatkan rentan terhadap virus.
Ibrahimovic diketahui Positif Covid-19 setelah diri nya sendiri nya melakukan ciutan di akun twitter pribadi nya “ Hasil tes Covid-19 saya kemarin negative, tetapi hari ini positif. Saya tidak merasakan gejala Covid-19 sama sekali. Berani berani nya Covid-19 menantangku “ . Ya buat semua penikmat pesepakbola sudah pasti tidak asing lagi dengan berbagai statement atau ciutan yang sering dilontarkan oleh pesepakbola Swedia ini, statement nya selalu terkesan sombong dan selalu menjadi penghangat timeline media manapun.
Meski Ibrahimovic tanpa gejala, Ibrahimovic tergolong ke pasien Covid-19 asimptomatik dan tetap harus menjalankan isolasi dirumah agar tidak menularkan infeksi tersebut ke orang lain. Berapa lama Ibrahimovic di isolasi ? Ibrahimovic di isolasi selama seminggu. Kenapa bisa seminggu ? bukannya harus 2 minggu ? Jadi, seorang dokter dan professor Fujita Health University menjelaskan “ pasien asimptomatik/tanpa gejala kemungkinan partikel virus akan berada pada dirinya selama 6 hari yang kemudian akan terbebas dari virus ini setelah 7-10 hari “ dikutip dari The Japan Times.
Saat kabar tersebut beredar luas di media mantan CEO AC Milan, Adriano Galliani langsung menghubungi bomber Swedia tersebut dan menanyakan keadaan nya. Ibrahimovic membalas nya “ aku sangat kuat,aku adalah singa “ dan Adriano Galliani langsung takjub dengan semangat Ibrahimovic tersebut.
Karena terinfeksi virus Covid-19 itu , Ibrahimovic harus melewatkan laga AC Milan melawan Bodo/Glimt I di babak kualifikasi III liga Eropa pada hari kamis tanggal 24 september 2020 lalu. Dan posisi nya sebagai penyerang tengah digantikan oleh pemain muda AC Milan, Rafael Leao.
Setelah dinyatakan sembuh total dari virus Covid-19 . ibrahimovic kembali melontarkan ciutan nya “ virus itu menantang saya dan saya mengalahkannya, tapi kalian bukanlah diriku. Jadi, janganlah menantang virus tersebut “ Tetaplah menjaga jarak dan tetap memakai masker kemanapun anda pergi, pungkasnya.(*).
Penulis : Muhammad Iqbal Maulana,Fakultas Kedokteran, Prodi Pendidikan Dokter Universitas Malikussaleh Lhokseumawe. Dibawah Bimbingan Zul Akli, S.H., M.H..(KKN).




