Selain itu, CEO Media Aceh juga menjelaskan, esensi dari peringatan tersebut adalah menyatukan visi dan kolaborasi antara perusahaan pers yang saat ini terus berkembang di Aceh, lebih lanjut ia menyampaikan, jika tidak bersatu tentu saja SPS Aceh akan menjadi organisasi yang rapuh.
“Itulah harapan besar yang kami inginkan dalam peringatan kali ini, goalnya adalah bagaimana organisasi perusahaan tertua di Indonesia ini menjadi pengayom dan pemersatu bagi para pengusaha media lainnya,” ujarnya
Ia juga menjelaskan, jika dalam peringatan HUT ke 78, SPS Aceh juga memberikan santunan kepada anak yatim sebagai rasa syukur para pemilik media yang tergabung dalam SPS Aceh.
“Ini juga menjadi sebuah momen berharga bagi kami untuk saling berbagi dengan anak yatim, mudah-mudahan SPS Aceh terus Berjaya dan para perusahaan pers yang tergabung terus mendapat berkah dari Allah SWT,” kata Mukhtar.
Disisi lain, Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin yang hadir pada peringatan HUT itu menyampaikan, SPS dan PWI lahir dari rahim yang sama, SPS bergerak pengembangan perusahaan sementara PWI bergerak dibidang pendidikan wartawan.
“SPS dan PWI itu sama, bedanya SPS membawai perusahaan media, sedangkan PWI fokus pada pendidikan dan pengembangan wartawan,” ujar Nasir Nurdin.





