Bireuen (MA) – Anggota DPR RI dari Komisi V Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) H. Ruslan M. Daud, SE (HRD) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di komplek Yayasan Dayah Nurul Islam Gampong Pulo Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen pada Kamis sore, (29/10)
Kegiatan serupa sehari sebelumnya, HRD juga telah melakukan peletakan batu pertama di Dayah Darussa’adah Aceh pimpinan Abah Rasyidin di Gampong Cot Jabet, Kecamatan Gandapura, di Kabupaten yang sama pada Rabu (28/10).
HRD pada kegiatan tersebut didampingi oleh Usman Sulaiman (USM) Anggota DPRK Bireuen yang juga Ketua DPC PKB Bireuen mengatakan bantuan BLK Komunitas untuk dayah bertujuan mengejar target pembangunan SDM di Aceh, khususnya dikalangan pimpinan Tgk Dayah dan santri serta masyarakat disekitar kecamatan Peudada.
“Semenjak dulu saya punya cita cita dan harapan agar dayah-dayah di Aceh bisa mandiri secara ekonomi sehingga punya kedaulatan dalam penyelenggaraan sistem pendidikan dengan tetap mempertahankan tradisi proses belajar mengajar yang berkarakter, bermoral dan berakhlak,” sebutnya HRD dihadapan pimpinan Dayah dan Tgk serta tokoh masyarakat Peudada.
Lanjutnya HRD pada anggaran 2020 alhamdulillah kita sukses memperjuangkan 20 BLK Komunitas untuk Aceh. Ke 20 penerima bantuan ini telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama antara Ditjen Binalattas Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Dirinya, titip pesan kepada pimpinan dayah penerima bantuan BLK Komunitas, semoga bantuan ini menjadi langkah awal dalam membangun komitmen nyata kita untuk turut serta berperan aktif dalam mempercepat peningkatan kompetensi SDM santri dan masyarakat Aceh.
Tambah politisi PKB ini, BLK Komunitas merupakan suatu unit atau fasilitas pelatihan vokasi yang didirikan di lembaga keagamaan seperti pondok pesantren dan Dayah serta komunitas lainnya. “BLK ini kita harapkan bisa berfungsi dan bermanfaat untuk menyelenggarakan pelatihan kompetensi atau skil SDM tenaga kerja terampil dari Dayah/Pesantren yang ada di Aceh, supaya bisa menciptakan tenaga SDM yang terampil, teruji, islami serta menguasai Imtaq dan Imteq kedepannya,” ujarnya.
Semoga keterampilan kerja para santri dan komunitas masyarakat di sektiar dayah, sesuai dengan kebutuhan dunia lapangan kerja di era digitalisasi di era perkembangan zaman sekarang.
Selanjutnya di hadapan pimpinan dayah dan tokoh masyarakat Peudada, HRD menjelaskan bahwa BLK Komunitas merupakan terobosan pemerintah sejak tahun 2017 secara nasional.
Terobosan ini bertujuan untuk melengkapi soft skill dan pendidikan karakter di lembaga pendidikan keagamaan Dayah dan Pesantren dengan peningkatan kapasitas, melalui keterampilan atau hard skill sumber daya manusia berkompenten’. Jelasnya HRD, juga Mantan Bupati Bireuen periode 2012-2017.
Pendirian BLK Komunitas adalah sebagao upaya meningkatkan lembaga pelatihan kerja, serta mendekatkan akses pelatihan kepada masyarakat atau komunitas di Daerah’, terang HRD
Sedangkan Tgk H. Kamaruzzaman M. Isa selaku Pimpinan Yayasan Dayah Nurul Islam Peudada, mengucapkan terimakasih banyak kepada HRD yang telah bekerja keras, dan berjuang dengan gigih serta iklas dalam membantu berbagai usulan program pembangunan dayah di Aceh, seperti program Bantuan Gedung BLK Komunitas, Program Dayah Digital, RUSUNAWA, Program Padat Karya berupa MCK, Bantuan Operasional Dayah dan lain-lain. Sebagaimana telah dijelaskan oleh H Ruslan M Daud Anggota DPR RI asal Dapil II Aceh
Lanjutnya, selaku penerima bantuan BLK Komunitas dirinya akan memanfaatkan sebaik mungkin dan melaksanakan program penyelenggaraan vokasi bagi santri dan masyarakat sekitar Peudada.
“Saya selaku pihak penerima manfaat atas bantuan BLK Komunitas yang diberikan kepada Yayasan Dayah Nurul Islam Peudada, Insya Allag akan segera memanfaatkan sebaik mungkin dan melaksanakan program penyelenggaraan vokasi bagi santri dan masyarakat sekitar, setelah selesai dibangun fisiknya serta peralatan penunjang lainnya”, ujar Tgk H Abu Kamarudzaman Pimpinan Dayah Nurul Islam Peudada.
“Kita berharap kedepan dengan hadirnya BLK Komunitas, maka santri dan siswa lembaga pendidikan keagamaan serta masyarakat di sekitarnya mendapatkan bisa memiliki akses pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal,” pungkas politisi PKB dan anggota DPR RI periode 2019-2024, Asal Dapil II Aceh (Iqbal).




