Singkil (ADC)- Himpunan Mahasiswa Pelajar Aceh Singkil (HIMAPAS) mendukung sepenuhnya usulan Forum Paguyuban Mahasiswa Pemuda Aceh (FPMPA) yang mengusulkan Delky Nofrizal Qutni sebagai juru bicara Pemerintah Aceh.
“HIMAPAS berharap, kebijaksanaan Bapak Plt Gubernur Aceh untuk mengakomodir perwakilan elemen pemuda sebagai juru bicara Pemerintah Aceh. Kita sangat setuju jika Delky Nofrizal diusul sebagai juru bicara pemerintah Aceh, kita dukung sepenuhnya,” ungkap Ketua HIMAPAS, Zazang Nurdiansyah dalam siaran persnya kepada media mediaaceh.co.id, Kamis 11 Juli 2019.
Menurut Zazang, selain mewakili pemuda, sosok Delky dianggap sebagai sosok yang bijaksana dan mampu menjawab persoalan dinamika yang terjadi di masyarakat bawah. “Sejak dulu kita kenal beliau sebagai sosok yang loyal, memiliki komitmen dan kritis. Beliau juga mampu berkomunikasi baik dengan multi pihak, serta memiliki gagasan yang idealis,” kata Zazang.
Selain itu, Zazang juga mengatakan, dulu sebelum Qanun kepemudaan itu hadir, mungkin banyak pihak menganggap itu mustahil dan terlalu susah terwujud. “Disitu kita lihat beliau Istiqomah dalam memperjuangkan dan mengadvokasi persoalan regulasi kepemudaan tersebut. Beliau juga punya gagasan untuk mewujudkan lembaga permodalan kewirausahaan pemuda Aceh (LPKPA), disitu kami semakin yakin beliau punya gagasan untuk masa depan Aceh,” pungkasnya.
Ia juga mengungkapkan, salah satu persoalan yang dihadapi oleh para pemuda ketika menyampaikan aspirasi ke Pemerintah Aceh, dimana jawaban yang diberikan tidak memuaskan dan cenderung bertele-tele, sehingga bisa saja menghadirkan kekecewaan.
Oleh karena itu, diusulkannya Delky Nofrizal sebagai Jubir adalah hal yang sangat tepat, karena beliau dulunya salah satu orator dan pimpinan demo ketika mahasiswa dan pemuda melakukan aksinya, sehingga beliau paham betul bagaimana berkomunikasi dengan berbagai elemen pemuda progresif,” ujarnya.
Lanjutnya menambahkan, sosok ketua lembaga Solidaritas untuk Rakyat Daerah Terpencil (SuRaDT) itu, memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat, bahkan kondisi masyarakat daerah terpencil.
“Jubir pemerintah Aceh ke depan, ya seperti itu yang kita harapkan, memiliki kepekaan terhadap kondisi masyarakat Aceh hingga masyarakat pedalaman. Maka sosok Delky yang diusulkan FPMPA itu kami pikir sangatlah tepat,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Delky yang notabenenya mantan aktivis mahasiswa dan juga Wakil sekretaris Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Provinsi Aceh, diyakini juga setidaknya memiliki penguasaan ilmu jurnalistik.
“Kita berharap hasil istikhorah dan kebijaksanaan pak Nova Iriansyah dalam memilih jubir pemerintah Aceh, mampu menghadirkan presentatif kita dari kalangan muda. Semoga kebijakan itu memberikan yang terbaik untuk Aceh,” tutup Ketua HIMAPAS ini. (Ahmad Fadil)




