Hebat, Aceh Besar Miliki Garam Berkualitas

Jumat, 6 September 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO/ MC ACEH BESARBupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali saat meninjau lahan garam Gampong Lam Ujong, Kecamatan Baitusalam, Jumat (6/9/2019).

FOTO/ MC ACEH BESARBupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali saat meninjau lahan garam Gampong Lam Ujong, Kecamatan Baitusalam, Jumat (6/9/2019).

Kota Jantho (ADC) – Kabupaten Aceh Besar selain salah satu lumbung padi di Aceh, daerah ini juga memiliki garam berkualitas yang diproduksi petani garam Gampong Lam Ujong, Kecamatan Baitusalam. “Sejak 20 tahun lalu petani garam Lam Ujong sudah memproduksi garam berkualitas,” kata Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali saat meninjau lahan petani garam Gampong Lam Ujong bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Besar, Agus Husni SP, Jumat 6 September 2019.

BACA JUGA...  Merebaknya Dugaan Penyelewengan BOK Puskesmas, Pengawasan Dinkes Asel Lemah 

Lahan garam Gampong Lam Ujong yang sisanya sekitar 2 hektar tersebut dikerjakan oleh 10 orang dengan jumlah produksi mencapai 100 Kg perhari. Salah seorang petani Azhar saat dijumpai Bupati Aceh Besar menyampaikan bahwa saat ini beberapa warung makan berkelas di Banda Aceh hanya mau membeli garam Lam Ujong. “Warung makan sekelas Lem Bakri dan Hasan tidak mau garam lain. Mereka pesan satu karung setiap minggunya,” ungkapnya.

BACA JUGA...  Ayah Wa Lantik Imum Mukim dan Geuchik, Pentingnya Harmoni dan Transparansi

Azhar bukan sekedar petani garam , tetapi sudah sangat ahli dalam mengolah, mengelola, memasarkan hingga diminta menjadi tutor produksi garam ke beberapa Kab/kota seperti Pidie Jaya hingga Aceh Selatan. “Harga jual garam produksi Lam Ujong saat ini mencapai Rp 5.000/Kg,” terang Azhar kepada Bupati H Mawardi Ali.

Berita Terkait

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah
Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong
DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat
Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 
APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 08:23 WIB

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Kamis, 17 September 2026 - 14:16 WIB

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 September 2026 - 12:10 WIB

DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM

Kamis, 17 September 2026 - 11:53 WIB

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Berita Terbaru

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB

Di lokasi yang sebelumnya terdapat Buaya Muara (Crocodylus porosus) berjemur  kini  tidak tampak lagi, namun warga masih resah.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

KESEHATAN

Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:56 WIB

NANGGROE

Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:41 WIB

Saat masyarakat di Tanah Jambo Aye CKG yang dilaksanakan oleh Pihak Puskesmas Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

KESEHATAN

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:16 WIB

PEMERINTAHAN

DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:10 WIB