Sementara, Sekda Kabupaten Aceh Tamiang, Basyaruddin, yang hadir di Louncing Gas In tersebut mengatakan, apa yang sudah dikerjakan oleh PT Adhi Karya, hendaknya bisa berkesinambungan.
Lalu, desa-desa yang belum ditindaklanjuti kedepannya, agar Jargas bisa tersambung kerumah-rumah warga yang belum.
Sedangkan yang Mewakili Dirjen Migas Kusrinaldi, berkata; Penyaluran pertama—Gas In—kerumah-rumah penduduk di Kabupaten Aceh Tamiang.
Mengurangi beban penggunaan LPG yang harganya jauh lebih mahal dari Jargas tersebut, serta bertekanan sangat low.
Menurutnya, Gas yang dialirkan ke masyarakat merupakan Gas Bumi, dan biayanya sangat murah. Kekuatan tekanannya sangat rendah, hanya 0,03 BAR.
Selain itu, pada dasarnya Gas tidak berbau, namun untuk memudahkan mendeteksi kebocoran diberi bau kotoran. Untuk memudahkan mengetahui bocor atau tidaknya Jargas yang terpasang kerumah-rumah penduduk.
Disamping itu, pemakaiannya sangat irit karena pembakarannya sempurna, selain tekanannya juga rendah.
Terkait harga Gas, belum ditentukan, pada tahun 2021 nanti masyarakat Aceh Tamiang, sudah mengetahui standarisasi harga Jargas.
Hadir dalam Louncing Gas In, Sekda Kabupaten Aceh Tamiang, Basyarauddin. Perwakilan Pertagas, Limo Wisnu Haji, Perwakilan Dirjend Pertambangan RI dan Pertamina EP Rantau Field. (*)




