Harga Beras Melambung di Aceh, Pemerhati Sosial Minta Presiden Prabowo Perintahkan Operasi Pasar

Pemerhati sosial Reza Angkasah.

ACEH | MA Harga beras di sejumlah daerah di Aceh, seperti Kota Panton Labu, Lhoksukon, dan Lhokseumawe, mengalami lonjakan signifikan. Saat ini, harga beras di tingkat eceran mencapai Rp240.000 hingga Rp245.000 per sak (15 kg), atau sekitar Rp16.000 per kilogram. Kenaikan harga ini membuat masyarakat kecil kian terjepit secara ekonomi.

BACA JUGA...  Didepan Delegasi Forkab Aceh, Kapolda Ajak Bangun Aceh Dengan Elegan

Kondisi ini disebut terjadi sejak pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menetapkan harga beli gabah dari petani sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini mewajibkan Perum Bulog membeli gabah dari distributor atau agen dengan harga tersebut, bukan langsung dari petani.

Pemerhati sosial Aceh Utara, Reza Angkasah, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Menurutnya, masyarakat Aceh, khususnya di wilayah Aceh Utara dan sekitarnya, sangat terdampak akibat kenaikan harga beras yang tidak wajar.

BACA JUGA...  Demo KIP Aceh, Tim Prabowo-Sandi Minta KIP Jangan Curangi Capres 02

“Presiden Prabowo harus segera memerintahkan Kepala Bulog Aceh untuk melakukan operasi pasar secara masif di daerah-daerah yang terdampak. Jangan biarkan rakyat menjerit karena harga kebutuhan pokok melonjak tinggi,” ujar Reza kepada media pada Senin (21/7/2025).

Ia juga menyoroti bahwa selama ini stok beras di gudang Bulog sebenarnya masih mencukupi. Namun, ada dugaan bahwa penyaluran beras tidak dilakukan secara optimal, sehingga pasokan di pasaran tidak stabil.