KEPALA BPH Migas, Wahyudi Anas, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menyasar masyarakat yang tinggal di huntara dengan jumlah sekitar 600 kamar, serta warga dari kampung-kampung sekitar Simpang IV Opak.
Tim medis memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, serta layanan trauma healing bagi warga terdampak, khususnya anak-anak dan lansia.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, keluhan yang paling banyak ditemukan antara lain tekanan darah tinggi, radang tenggorokan, dan alergi,” jelas Wahyudi.
Selain layanan kesehatan, BPH Migas juga menyalurkan bantuan berupa beras dan makanan ringan kepada warga lanjut usia yang berobat, serta suvenir bagi masyarakat yang mengikuti pemeriksaan.
PERNYATAAN TENAGA MEDIS
SEMENTARA itu, dr. Mustaqim yang tergabung dalam tim medis kegiatan tersebut menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala bagi warga yang tinggal di huntara.
“Kondisi hunian sementara tentu memiliki keterbatasan, baik dari sisi sanitasi maupun kenyamanan. Karena itu, pemeriksaan rutin dan pemberian vitamin sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh warga, terutama lansia dan anak-anak,” ujar dr. Mustaqim.
Ia juga menambahkan bahwa layanan trauma healing menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
“Pemulihan bukan hanya fisik, tetapi juga psikis. Kami melihat antusiasme warga cukup tinggi, dan ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus hadir membantu,” tambahnya.
AGENDA LANJUTAN
WAHYUDI Anas menambahkan, kegiatan bakti sosial ini akan berlanjut pada Minggu, 15 Februari 2026, di Desa Seuneubok Cantek, Kecamatan Manyak Payed, dengan target 1.000 penerima manfaat.




