Hampir 40 Tahun Berkarya, Bernadus Wilson Lumi Raih ‘Press Card Number One’

Berkarya tanpa henti

Karier tulis-menulisnya (khusus Jurnalistik) diawali setelah menyelesaikan Pendidikan S1-nya di Universitas Samratulangi Manado. Sambil sebagai Dosen Luar Biasa, pada tahun 1988. Ia mulai meniti karier jurnalistik di SKH Cahaya Siang Manado hingga mencapai puncak sebagai Pemimpin Redaksi (2009).

Sebelum memulai karier jurnalistik di SKH Cahaya Siang (CS), Ia yang kini sebagai Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Majalah CEO Indonesia, belajar dasar-dasar penulisan berita di Majalah Kampus: INOVASI UNSRAT (1986). Setelah jatuh bangun bersama CS –yang sempat dua kali berganti managemen; Jawa Pos grup kemudian Media Indonesia grup— tahun 1995 bersama sejumlah wartawan senior di Sulawesi Utara, diantaranya Engka bersaudara (Jantje dan Andi), Biden Kandores, dan SE Panggey dengan menggandalkan managemen Kompas yang dijalankan Reinhard Daluas, Ia ikut mengawal penerbitan kembali Surat Kabar Suluh Merdeka.

BACA JUGA...  Walikota Pekanbaru Sebut Pers Adalah Masyarakat Dewa

Meredupnya Suluh Merdeka, tak membuatnya meninggalkan pekerjaan yang telah membesarkannya. Ia pun mencoba peruntungan ke Jakarta. Di Ibu Kota Negara itu, Ia bergabung dengan Harian Media Indonesia yang kemudian menempatkannya sebagai Koresponden di Wilayah Sulut-Maluku.

Sebelum terjadi gejolak Ambon, Ia kembali ke Jakarta dan bersama mantan wartawan Gatra, Audrey Tangkudung membidani terbitnya Majalah Ekonomi Bisnis tahun 1997 (berita khusus Bisnis, Pasal Modal, Profil, dan Pariwisata). Masih dengan Majalah Ekonomi, di tahun 1999 oleh manajemen Ia bersama wartawan senior Yoyok Widoyoko dipercaya membuka rimba raya Batam dengan menghadirkan penerbitan Tabloid Mingguan Batam Bisnis yang dikelolah bersama Pengusaha Real Estate, Samuel Purba. Saat di Batam, Ia pun ikut memperkuat Harian Sinar Harapan sebagai perwakilan di Kota Batam dan sekitarnya.