Kota Jantho (ADC) – Salah satu gedung pelayanan kesehatan maayarakat di Gampong Alue Riyeung (pulo Nasi) Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar dikabarkan kini dalam kondisi kosong dan tak berfungsi lagi. Akibatnya gedung tersebut kini sudah dipenuhi oleh hutan dan terancam rusak.
Informasi yang diterima media ini dari masyarakat setempat, disebutkan gedung yang sebelumnya dijadikan tempat pelayanan kesehatan oleh masyarakat setempat, adalah bangunan bantuan dari NGO paska musibah Gempa dan Tsunami melanda Aceh 2004 silam. Sebelumnya gedung tersebut terdapat tenaga pelayanan kesehatan dan sempat melayani masyarakat dalam beberapa tahun.
Tapi, sejak beberapa tahun terakhir, gedung tersebut tidak difungsikan lagi dan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Pulau Nasi itu, dialihkan ke puskesmas pembantu di Gampong Kandang, tak jauh dari Gedung tersebut.
Warga berharap, hendaknya gedung tersebut tidak dibiarkan terbengkalai begitu saja, tapi juga dimanfaatkan atau diserahkan kepada gampong supaya tidak hancur percuma.
“Dulu sempat ada petugas kesehatan yang melayani dan menetap di gedung tersebut, tapi selama ini sudah ditinggalkan begitu saja, seharusnya tetap difungsikan gedung itu supaya pelayanan masyarakat lebih mudah dijangkau,” kata salah seorang warga Pulo nasi, kepada media ini, beberapa waktu lalu.
Warga yang tak ingin dipublis namanya di media ini, juga mengungkapkan kondisi pelayanan kesehatan di Pulau tersebut, banyak mendapat kendala, bahkan tidak jarang maayarakat harus mendapatkan pelayanan kesehatan ke daratan di Banda Aceh.
“Kita berharap pemerintah dapat meningkatkan pelayanan kesehatan bagi maayarakat di Pulau ini, sebab maayarakat sukar memperoleh pelayanan kesehatan jika pemerintah tidak menempatkan petugas secara tetap,” pinta tokoh masyarakat ini sekaligus tokoh kombatan GAM pulau Aceh.
Terpisah, Pj Kadis Kesehatan Kabupaten Aceh Besar, Lukman, SKM, yang dikonfirmasi di kantornya, Senin, 29 Juli 2019, membenarkan jika pelayanan kesehatan di Pulau Nasi Kecamatan Pulo Aceh itu, memang terdapat sedikit masalah, namun ia pastikan pelayanan kesehatan disana ada dan rutin.
“Sekarang sudah ada petugas yang memang warga setempat, maka pelayanan kesehatan ada meski tidak optimal,” kata Lukman.
Terkait dengan gedung kesehatan yang terancam ditelantarkan itu, Lukman mengaku tidak begitu faham, tapi gedung kesehatan yang dibangun oleh Pemerintah Aceh Besar, difungsikan secara baik.
“Bila ada gedung lain yang tidak difungsikan, saya belum dapat memberikan jawaban pasti, tapi gedung kesehatan milik pemkab Aceh Besar, itu berfungsi dan ada petugas disana,” jelas Lukman. (Dahlan)




