Fadlon : Dewan Bekerja Untuk Kepentingan Rakyat Bukan Pribadi dan Kelompok

Dalam bincang singkat dengan crew media ini, banyak pengalaman yang dapat diterjemahkan sebagai literatur pembangunan kaum marginal dari lelaki pemilik misai tebal ini.

Berkutat sebagai seorang dewan merupakan kehendak Allah SWT dan bantuan timses serta masyarakat yang memilihnya merupakan anugerah tak terhingga diberikan Allah padanya.
Fadlon tidak menyia-nyiakan amanah masyarakat yang dititipkan padanya, sebab semua yang didapat dilalui dengan penuh perjuangan serta doa dari orang-orang yang bersimpati padanya.

BACA JUGA...  Terkait Peran Perempuan dalam Seni, Budaya dan Ekraf, ini kata Nyonya Lindawati

Tak terkecuali, Partai Aceh (PA) adalah sensorik motor penggeraknya, membentuk ‘amuba-amuba’ yang berkembang biak untuk memperoleh suara yang signifikan di Dapilnya.

Apakah Fadlon bangga dengan hasil itu?, dia menjawab santai, “tanpa mereka saya bukan siapa-siapa dan tanpa mereka saya tak berarti apa apa,” tegas pengusaha kedai kopi di pasar pagi kota Kualasimpang itu datar.

BACA JUGA...  WASI Siap Pecahkan Dua Rekor Dunia Selam

Sikap ramah dan sopan santun-nya adalah modal dalam bertindak, pun begitu terkadang sikap tegas dalam sidang dipertontonkan Fadlon untuk menekan kebijakan arus kiri.

Lalu apa dan bagaimana kiprah Fadlon membangun peradaban kaum termarginal dan orang-orang tak mampu di Bumi Muda Sedia?…, ini dia data-data kiprahnya.