Eks Kombatan GAM Ramai Hijrah ke Partai Nasional

Usman menjelaskan, Partai Aceh hingga kini tetap memiliki basis massa, jaringan kader, dan identitas politik yang kuat. Namun, sebagian mantan kombatan mulai memandang penting membangun akses politik di tingkat nasional karena banyak kebijakan strategis Aceh ditentukan pemerintah pusat.

“Membangun komunikasi politik di tingkat nasional menjadi pilihan yang dinilai strategis agar aspirasi Aceh dapat diperjuangkan secara lebih efektif,” ujarnya.

BACA JUGA...  Demo KIP Aceh, Tim Prabowo-Sandi Minta KIP Jangan Curangi Capres 02

Di sisi lain, ia mengingatkan fenomena tersebut juga menjadi momentum evaluasi bagi Partai Aceh untuk memperkuat konsolidasi internal, mempercepat regenerasi kepemimpinan, dan menjaga soliditas organisasi.

Menurut Usman, dampak perpindahan tersebut terhadap kekuatan elektoral Partai Aceh baru akan terlihat pada pemilu mendatang. Jika konsolidasi mampu dijaga, pengaruhnya diperkirakan tidak signifikan. Namun, bila migrasi politik terus meluas tanpa pembenahan internal, peta politik Aceh berpotensi mengalami perubahan.

BACA JUGA...  Peringatan HKSJ Digelar di Aceh, Pemerintah Aceh Komitmen Perkuat Sistem Layanan Kesehatan Jiwa

“Fenomena ini lebih tepat dipahami sebagai transformasi orientasi politik, bukan sekadar perpindahan loyalitas. Pada akhirnya, masyarakatlah yang akan menentukan arah politik Aceh melalui pemilu mendatang,” pungkas Usman. (Chairan Manggeng)