Eddi menyebut bahwa DPP PDA telah menerima laporan hasil rekapitulasi suara dari seluruh tingkatan, mulai dari provinsi hingga kabupaten/kota.
Menurutnya, data tersebut memperlihatkan transparansi proses politik yang menjadi pijakan bagi Aceh untuk melangkah ke depan.
“Dalam setiap kompetisi, ada yang menang dan ada yang kalah. Namun, demokrasi bukan semata soal hasil, melainkan tentang keberanian menerima kenyataan dan berkomitmen pada pembangunan bersama,” ujar Eddi, memberikan pesan mendalam kepada para kader dan simpatisan PDA.
Namun, suara terbanyak yang diberikan rakyat kepada Mualem-Dek Fadh adalah penegasan akan harapan baru di bawah kepemimpinan mereka.
Eddi juga menggaris bawahi bahwa kemenangan Mualem-Dek Fadh adalah mandat besar yang menuntut realisasi janji-janji kampanye.
“Aceh hari ini membutuhkan pemimpin yang kuat, visioner, dan berani mengambil keputusan. Pasangan Mualem-Dek Fadh punya tanggung jawab moral untuk memenuhi harapan rakyat,” katanya.
Sebagai partai yang memiliki basis dukungan luas di Aceh, PDA, kata Eddi, siap mengambil peran konstruktif dalam mengawal pemerintahan baru.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun sinergi lintas partai demi memastikan stabilitas politik dan percepatan pembangunan.





