Herzaky: KSP Moeldoko Punya Dua Pilihan

  • Bagikan
Herzaky Mahendra Putra Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat

 37 total views,  1 views today

Jakarta (MA) Herzaky Mahendra Putra
Kepala Badan Komunikasi Strategis
DPP Partai Demokrat memberikan dua pilihan buat KSP Moeldoko, hal itu diungkapkan oleh Herzaky lewat siaran persnya pada media ini, Minggu 3 Oktober 2021.

Pilihan tersebut kata Herzaky, Pertama, KSP Moeldoko menghentikan semua ambisinya untuk mengambil alih Partai Demokrat. Mengakui kesalahannya. Meminta maaf kepada seluruh kader Partai Demokrat.

“Kami yakin, masih ada ruang perbaikan bagi siapapun manusia di muka bumi ini yang telah berbuat khilaf atau salah. Bukankah saat ini Tim KSP Moeldoko pun sudah cerai-berai. Max Sopacua mundur teratur. Cornel Simbolon mundur,” sebut Herzaky.

Lanjut Herzaky, Nazarudin pun sebagai salah satu investor keluar dari
koalisi. Mereka marah karena diduga ulah Rusdiansyah yang memalsukan tanda tangan Kader Partai Demokrat, untuk menggugat Ketum AHY. Kader tersebut sekarang sudah melaporkan Rusdiansyah ke Polisi pada tanggal 18 April 2021.

“Kami meminta agar pihak Polda Metro Jaya memprosesnya segera. Posisi Nazarudin digantikan oleh Muhamad Azhari, mantan kader yang sudah menjadi anggota partai lain. Keuangan tim pun sudah seret. Karena argometer jalan terus, tapi hasil tak kunjung tiba. Bahkan KSP Moeldoko sudah tidak mempercayai tim Marzuki Alie, dan menggunakan orang-orang terdekatnya di KSP, inisal ES,” minta Herzaky.

Kedua, KSP Moeldoko melanjutkan ambisinya dan siap-siap kehilangan, bukan saja uangnya, tetapi juga nama baik dan kehormatannya. Bukan saja kehormatan pribadi, tetapi juga kehormatan keluarganya, terangnya Herzaky.

“Kami yakin, insyaallah, bersama Tuhan dan dukungan rakyat Indonesia, kami dapat memenangkan proses hukum ini.
Akhirnya, kami mengingatkan kepada KSP Moeldoko, tempuhlah cara-cara yang demokratis dan beradab. Jika memang ada ambisi jadi Presiden, dirikan lah Partai sendiri,” imbuhnya.

Herzaky memberikan contoh, misalnya, Jenderal mendirikan Partai. Jenderal Edi Sudrajat mendirikan PKPI, Jenderal SBY mendirikan Demokrat. Jenderal Wiranto mendirikan Hanura, dan Letjen Prabowo mendirikan Gerindra. Itulah sejatinya Jenderal, mendayagunakan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki untuk tegak berdiri di atas kaki sendiri.

Untuk itu, lanjutnya, KSP Moeldoko, jika benar mengaku Jenderal, dirikan lah Partai sendiri. Jangan mengganggu Partai orang lain. Kepada seluruh rakyat Indonesia, Para tokoh nasional, akademisi, LSM, dan seluruh elemen
masyarakat; atas nama Pimpinan, Pengurus, Kader dan Simpatisan Partai Demokrat, pungkasnya Herzaky Mahendra Putra.(*).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...