Selain itu, ada mahasiswa STIKes MNI turut ambil bagian sebagai relawan dalam pelaksanaan program di lapangan diantaranya Aula Makhfirah dan Ummul Aiman.
Kegiatan PKM ini, sebutnya, dilaksanakan melalui beberapa metode, antara lain penyuluhan, diskusi kelompok, simulasi, serta sesi tanya jawab interaktif. Selain itu, tim juga menyertakan materi visual seperti modul interaktif, poster edukasi, serta bantuan peralatan edukatif seperti proyektor (LCD) dan speaker mini untuk mendukung keberlanjutan edukasi di desa.
Partisipasi aktif dari berbagai pihak menjadi kunci suksesnya kegiatan ini. Di antara mitra yang terlibat adalah Karang Taruna Desa Linggong Sagoe, kader Bina Kesehatan Remaja, aparatur desa, pemilik warung kopi, serta bidan desa dari Puskesmas Simpang Tiga.
Keuchik Desa Linggong Sagoe, Tgk Samsul Bahri, menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. “Kami berterima kasih atas perhatian para dosen dan mahasiswa terhadap masalah remaja di desa kami. Game online menjadi tantangan besar dan kegiatan ini sangat membantu menumbuhkan kesadaran baru di kalangan anak muda,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Karang Taruna Linggong Sagoe, Zaky Muwaffaq, juga menyambut positif kegiatan ini. Ia berharap kegiatan serupa bisa dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung pembinaan remaja yang sehat secara mental dan sosial.




