Dorong Revisi UUPA, Usman Lamreung: Aceh Harus Diberi Kewenangan Kelola Migas di Luar 12 Mil Laut

Pemerhati sosial dan akademisi Dr. Usman Lamreung,M. Si.

ACEH | MA Provinsi Aceh dikenal sebagai salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, terutama minyak dan gas bumi (migas). Potensi besar ini dinilai seharusnya menjadi motor penggerak utama dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Aceh.

“Potensi ini seharusnya menjadi pendorong utama dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Aceh,” ujar Pemerhati Sosial dan Akademisi, Dr. Usman Lamreung, M.Si, dalam siaran pers yang diterima media pada Selasa, (20/5).

BACA JUGA...  Usman Lamreung: Bustami Hamzah Harus Cari Pengganti, Partai Pengusung Harus Bertanggung Jawab 

Menurutnya, Aceh sebenarnya telah diberikan kewenangan khusus dalam pengelolaan sumber daya alam melalui Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA). Dalam aturan tersebut, Aceh memiliki hak pengelolaan migas dengan pola bagi hasil 70:30, serta kewenangan hingga wilayah 12 mil laut dari garis pantai.

Namun, ditemukan cadangan migas baru di wilayah laut yang berada di luar batas 12 mil, yang secara hukum menjadi wewenang pemerintah pusat. Hal ini menjadi tantangan serius bagi Aceh karena sebagian besar cadangan migas potensial berada di luar wilayah pengelolaan yang diatur dalam UUPA.

BACA JUGA...  Mau Liburan Sambil Olahraga? Yuk, Ikut Sabang Marathon

“Sudah saatnya dilakukan revisi terhadap UUPA, terutama terkait pembatasan pengelolaan migas hingga 12 mil laut. Aceh membutuhkan akses lebih luas untuk mengelola potensi migas di wilayah lepas pantai,” tegas Usman.