BANDA ACEH (MA)-Doa dan syukur dalam rangka memperingati HUT RI ke-80 berlangsung khidmat di Musholla Al-Fattah yang teduh, dalam kompleks Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Jumat sore.
Doa-doa dilantunkan dengan penuh kekhusyukan. Bukan sekadar rangkaian seremonial, melainkan ungkapan rasa syukur yang tulus atas nikmat kemerdekaan yang kini telah memasuki usia 80 tahun.
Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum berharga bagi para prajurit TNI di Banda Aceh untuk kembali menundukkan kepala, mengenang jasa para pahlawan, dan memohon keberkahan bagi bangsa. Shalat Ashar berjamaah menjadi pembuka, lalu doa-doa dipanjatkan dengan suara lembut yang menggema di ruang sederhana itu.
Dandim 0101/Kota Banda Aceh, Letkol Inf Faurizal Noerdin, memimpin langsung syukuran ini. Ia menegaskan bahwa rasa syukur bukan hanya ungkapan lisan, tetapi juga komitmen menjaga dan mengisi kemerdekaan melalui pengabdian tanpa pamrih. “Kita patut bersyukur atas kemerdekaan yang kita nikmati, sekaligus bertekad mengisinya dengan kerja dan pengabdian terbaik,” ujarnya.
Suasana khidmat kian terasa ketika doa ditujukan untuk keselamatan bangsa, kejayaan prajurit dalam mengemban tugas, serta tegaknya persatuan dan kesatuan rakyat. Tidak ada gegap gempita, namun dalam kesederhanaan itu terkandung makna besar: bahwa merawat kemerdekaan butuh ketulusan, bukan sekadar perayaan.
Di usia ke-80 Republik ini, doa syukur menjadi pengingat bahwa kemerdekaan adalah amanah. Amanah yang harus terus dijaga dengan persaudaraan, kerja keras, dan pengabdian. Dari ruang doa di Banda Aceh, gema syukur itu kembali membubung tinggi, seakan menyapa arwah para pahlawan, sekaligus menguatkan tekad generasi hari ini untuk menjaga merah putih tetap berkibar abadi. (r/mu)















