Diduga Kerja Sembarangan Pemko Sabang Ancam PT. Monster Scuba Diving Centre

Sabtu, 2 November 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sabang (MA) – Diduga PT. Monster Scuba Diving Centre, telah melalukan pekerjaan sembarangan dengan melalukan pembersihan laut tanpa izin resmi, maka Pemerintah Kota (Pemko) Sabang akan mencabut izin perusahaan tersebut apabila terbukti melanggar aturan yang berlaku. Demilian disampaikan Asisten II Bidang Administrasi Ekonomi Pembanggunan Pemko Sabang, DrsKamaruddin, saat ditemui awak media Sabtu malam 02/11/ 2019 di Tosaka Coffee.

Menurut Kamaruddin, Pemko Sabang tidak akan ada tawar – menawar apabila ada kegiatan yang merusak lingkungan, seperti yang dilakukan PT. Monster Scuba Diving Centre kegiatan itu harus dihentikan, karena Pemerintah Daerah sangat konsen terhadap lingkungan karena yang dikembangkan sekarang adalah wisata ramah lingkungan, jadi tidak boleh lingkungan diganggu.

“Apa yang dilakukan oleh PT. Monster Scuba Diving Centre itu sudah termasuk merusak lingkungan, ini bertentangan dengan visi dan misi Pemerintah Daerah yang memanfaatkan alam sebagai tempat berwisata tanpa mengganggu atau merusak alamnya itu sendiri,” ungkap Kamaruddin.

BACA JUGA...  19 Negara Pastikan Ikut Islamic Solidarity Games di Riau

Lebih lanjut Kamaruddin menambahkan, Pemko Sabang tidak mengetahui dan tidak pernah memberi izin kepada Perusahaan tersebut karena kewenangan penerbitan izin lingkungan untuk pesisir, laut dan hutan berada di instansi tingkat Provinsi. Jadi, apabila perusahaan tersebut terbukti melanggar aturan yang berlaku maka izin usahanya akan kita cabut dan tidak kita perpanjang lagi.

Terkait dengan sanksi yang akan diberikan, Pemko Sabang akan berkoordinasi dengan pihak terkait dan memang harus dilaporkan karena bukan hanya Qanun Kota Sabang yang dilanggar akan tetapi juga Undang – undang lingkungan hidup.  Pemko Sabang juga sangat menyayangkan Keuchik Gampong Iboih yang memberikan izin, seharusnya sebagai pemimpin Gampong Keuchik harus berkoordinasi dulu kepada Pemerintah Daerah dan tidak langsung memberikan izin.

BACA JUGA...  Bides Terlalu Lama Cuti, Warga Kampung Dah Mengeluh

Sehingga, PT. Monster Scuba Diving Centre hanya mengandalkan surat izin yang dikeluarkan oleh Keuchik Gampong Iboih, seakan-akan dengan surat dari Keuchik tersebut mereka sudah legal melaksanakan pekerjaan padahal Keuchik tidak bisa memberikan izin tersebut., sebutnya.

Kamaruddin menghimbau, kepada pihak terkait, agar segera mengambil tindakan supaya tidak terjadi lagi dan menjadi contoh tidak baik bagi orang lain karena kalau masih dilakukan alam Sabang akan rusak semua.

“Pak Walikota tadi pada saat rapat berpesan kepada kami, kalau tidak sesuai dengan aturan harus diproses sesuai dengan ketentuan. Sabang ini indah karena alamnya, kalau alam ini kita ganggu akan rusak dan tidak indah lagi,” jelasnya.

BACA JUGA...  Antisipasi Penyakit Menular Pemko Sabang MoU Dengan LBM Eijkman

Kamaruddin, berharap kedepan pantai terebut dapat dikembalikan seperti semula, maka harus ada yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut, kalaupun harus diganggu terlebih dahulu memiliki analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan terhadap terumbu karang yang dikatakan tidak lagi produktif harus ada uji ahli yang mengatakan itu.

“Mungkin hasil dari pekerjaan itu bagus untuk sekelompok orang, namun belum tentu bagus bagi orang banyak. Dan yang perlu diketahui itu adalah kawasan wisata dan punya publik bukan milik pribadi,” tutupnya.(Jalal)

Berita Terkait

Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara
Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Berita Terbaru

Wakil bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang saat mengikuti pertemuan pemetaan wilayah banjir dan longsor bersama BPBD Aceh Utara.

PEMERINTAHAN

BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:06 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM

PEMERINTAHAN

Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:31 WIB

PEMERINTAHAN

Mangan Murum di Quba, Wagub Aceh Serukan Kebersamaan

Senin, 26 Okt 2026 - 21:39 WIB

Para mahasiswa pelaksana  poto bersama dengan sebagian siswa SMA Negeri 4 Banda Aceh yang menjadi peserta workshop.(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PENDIDIKAN

Workshop Desain Grafis, Buka Peluang Freelance bagi Pelajar

Senin, 26 Okt 2026 - 21:25 WIB