LHOKSUKON (MA) – Kesepakatan Helsinki Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ditandatangani di Helsinki pada tanggal 15 Agustus 2005. Kesepakatan ini merupakan pernyataan komitmen kedua belah pihak untuk penyelesaian konflik Aceh secara damai, menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi semua. Kesepakatan Helsinki memerinci isi persetujuan yang dicapai dan prinsip-prinsip yang akan memandu proses transformasi, dikutip dari Wikipedia.
Dari hasil MoU tersebut, Perdamaian Aceh pada tanggal 15 Agustus 2023 sudah memasuki usia yang Ke XVIII tahun.
Dewan Pengurus Pusat Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (DPP-JASA) menggelar peringatan Hari perdamaian GAM dan Pemerintah RI yang ke XVIII, sekaligus peusijuk (tepung tawari) Rumoh Pemenangan Partai Aceh, di Gampong Rawang Itek, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Selasa, (15/8).
Dalam acara tersebut pantauan mediaaceh.co.id di lokasi dimana para Bakal calon legislatif DPR Aceh Dapil V dan DPRK Aceh Utara Dapil VI dan I dipeusijuek oleh beberapa tokoh agama Tanah Jambo Aye.
Mereka yang dipeusijuek adalah H. Ismail A Jalil,SE, Bacaleg DPR Aceh, dan Bacaleg DPRK Aceh Utara diantaranya T. Otman (Ayah Ot), Bukhari,SE, Razali Juned (Tgk. Jinib), H. Hamdani, Faisal, dan Ridwan.
Usai dipeusijuek para Bacaleg DPR Aceh dan DPRK Aceh Utara periode 2024-2029, dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim-piatu.
Dihadapan ratusan para tamu undangan, Ketua DPP JASA, Bukhari, SE mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga perdamaian ini bersama-sama.
“Jagalah perdamaian ini sebaik-baiknya, sudah XVIII tahun usianya, namun masih banyak yang butir-butir Mou yang harus kita realisasikan, dan perlu perjuangan untuk mewujudkannya,” ucap Bukhari, SE salah satu Bacaleg DPRK Aceh Utara dari Partai Aceh ini.
Secara politik, katanya, hanya Partai PA yang masih konsisten menyuarakan MoU Helsinki, “jika partai Aceh tidak didukung, dikhawatirkan akan tinggal nama, oleh sebab itu perlu terus dukungan rakyat Aceh untuk terus dapat menjaga perdamaian untuk selamanya,”harap Ketua JASA ini.
Sementara itu, H. Ismail A Jalil, SE (Ayah Wa) yang merupakan Bacaleg DPR Aceh Dapil V dari Partai Aceh juga mengajak semua kalangan untuk menjaga perdamaian.
“Jagalah Perdamaian ini, Perdamaian yang kita rasa ini adalah hasil dari perjuangan kita rakyat Aceh,” ujarnya.
Jika mengingat sejarah, kata Ayah Wa, konflik Aceh, banyak sekali memakan korban jiwa, tidak hanya dari Kombatan GAM, dari sipil dan TNI/Polri juga banyak yang jadi korban.
Menurut Ayah Wa, perdamaian adalah milik bersama untuk dijaga dan dirawat sebaik-baiknya.
Bila perlu kedepannya, lanjut Ayah Wa, ditingkat kecamatan, Camat, Polsek dan Koramil menjadi panitia peringatan hari Perdamaian Aceh untuk membuat kegiatan lebih besar dan meriah lagi.
Panglima Muda Daerah IV wilayah Pase, Muhammad Joni, SH mengatakan perdamaian ini merupakan sebuah anugrah yang didapatkan dari hasil perjuangan dan pengorbanan yang besar bangsa Aceh dari sebuah perjuangan.
Karena perang itu berat, kata M. Joni, dan butuh pengorbanan besar, harta bahkan nyawa, bahkan keluarga, ayah dan abangnya juga menjadi korban dalam peperangan masa konflik Aceh silam, bahkan dirinya sendiri sudah merasakan bagaimana sakitnya dua butir peluru yang melasak ke tubuhnya disaat itu, kenang M. Joni.
Lanjutnya, perdamaian ini adalah emas, maka perlu dirawat dan dijaga bersama, jangan ada saling memojok antar sesama, sehingga akan menjadi gejolak baru yang dikhawatirkan mengganggu perdamaian.
“Mari kita jaga perdamaian ini, jangan saling memojok antar sesama kita,” harap Panglima Muda D-IV ini.
Oleh sebab itu, Joni juga berharap supaya Pemerintah RI konsisten terhadap butir-butir perjanjian Helsinki Finlandia, jangan ada lagi pengkhianatan kesiankalinya kepada Bangsa Aceh, sehingga perdamaian RI-GAM dapat Hakiki, tutupnya.
Acara memperingati hari perdamaian dan peusijuk Rumoh Pemenangan Partai Aceh Aceh turut dihadiri Camat Tanah Jambo Aye Fauzi Saputra,SIP, Imam Masjid Raya Pase Panton Labu Tgk. H. Abdul Wahab Rasyid, S. Hi, Anggota DPRK Aceh Utara dari Partai Aceh, Ketua JASA Aceh dan Pengurus, Kasat Intel Polres Aceh Utara dan personel, Perwakilan dari Dandim 0103/Aut.
Selain itu juga turut hadir para Calek dari Dapil VI dan I Partai Aceh, Perwakilan Polsek Tanah Jambo Aye, Perwakilan Danramil 014/Tja, para Geuchik di Kecamatan Tanah Jambo Aye, ratusan simpatisan dari Partai Aceh, tokoh masyarakat, Eks Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), dan masyarakat. (Sayed Panton).




