Dewan Nilai Pemkab Aceh Besar Tidak Serius Tertibkan Hewan Ternak Berkeliaran

Kota Jantho (MA)– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar khususnya Satpol PP dan WH, untuk lebih peduli terhadap hewan ternak yang selama ini kerap berkeliaran di seputar perkantoran di Kota Jantho.

Hal ini disampaikan Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) Saifuddin, SE, Jum’at 4 Oktober 2019, terkait dengan viralnya berita yang di lansir oleh Media mediaaceh.co.id yang berjudul. “Kantor Bupati Aceh Besar Dikepung Gerombolan Sapi”.

BACA JUGA...  DPRK Aceh Besar Gelar Acara Buka Puasa Bersama

Menurutnya, jika Pemerintah Aceh Besar serius menangani permasalahan hewan ternak ini, maka tidak akan ada hewan ternak yang berkeliaran lagi di jalan-jalan dan dalam lingkup perkantoran di Aceh Besar.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Besar khususnya Satpol PP dan WH, diminta lebih serius dalam menangani persoalan hewan ternak yang berkeliaran di pusat perkantoran ibu kota Jantho, karena hal ini sudah sangat memalukan daerah. Dimana hewan ternak bisa bebas berkeliaran begitu saja diseputaran perkantoran pemerintah,” ungkap Saifuddin yang juga akrab disapa Cek Poen ini.

BACA JUGA...  Aceh Tengah Tuntaskan BNBA Bantuan Stimulan Rumah, Pertama di Aceh 

Selain itu, Ia juga mengingatkan kepada pemilik hewan ternak, agar tidak melepaskan hewan peliharaannya begitu saja tanpa ada tanggungjawab moral sedikitpun. 

“Selain dapat mengganggu kenyamanan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, hewan ini juga dapat merusak tanaman yang ada di pertamanan Kota Jantho,” tegasnya.

Oleh karena itu, Cek Poen kembali menegaskan kepada pemilik hewan ternak, agar tidak lagi melepaskan hewan piaraannya begitu saja tanpa peduli sedikitpun dengan kenyamanan dan keselamatan orang lain.

BACA JUGA...  Bank Aceh Resmikan ATM Drive Thru di Kawasan Strategis Taman Kota Banda Aceh

“Mari bersama sama kita saling menjaga kenyamanan dan ketertiban umum dengan tidak lagi melepas liarkan hewan ternak begitu saja, sehingga pada akhirnya ibu kota Aceh Besar ini akan bersih, indah dan sedap dipandang mata,” tutup Saifuddin. (Darwin)