Selain itu, ornamen adat budaya setempat juga dapat menjadi daya tarik wisata yang unik, klasik dan menarik sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah.
“Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu memperhatikan dan memprioritaskan pelestarian budaya lokal dalam pembangunan dan desain pendopo, serta memastikan bahwa ornamen adat budaya setempat dapat menjadi bagian integral dari identitas daerah, bukan sebaliknya dengan design sesuka hati,” kata Ketua For-Pas itu.
Hal senada disampaikan seorang pejabat Pemkab yang enggan disebutkan identitasnya dengan alasan etika birokrasi, mengatakan, bahwa pembangunan rehabilitasi pendopo tidak melalui kajian komprehensif. Tetapi hanya melibatkan pihak tertentu dan konsultan dari luar daerah.
Sehingga hasil akhir peforma pendopo, tidak bernilai kecuali setara unit bangunan pelayanan umum.
Sebelumnya, Kordinator GerPALA Fadhil Irman yang dikutip dari media online Mabesnews.com, menyorot tajam design pendopo Aceh Selatan yang sama dengan bangunan unit layanan tehnis seperti Puskesmas.
“Kalau orang tidak tahu, ini bisa dikira Puskesmas atau kantor pelayanan kesehatan. Tidak ada kesan rumah jabatan bupati, apalagi simbol kebesaran Aceh Selatan,” ujarnya, Rabu, (14/1/2025).




