TAPAKTUAN | MA — Pola rancang bangun rehab ringan Pendopo Bupati Aceh Selatan (Asel) mulai disorot banyak pihak setelah hasil akhir design bangunan kediaman resmi kepala daerah itu rampung, baru lalu.
Kenapa disorot? Karena menurut Teuku Sukandi, seorang yang sudah dikenal sebagai tokoh Asel, design pendopo kabupaten itu tidak mencerminkan sedikitpun tentang tempat tinggal seorang pimpinan daerah.
Menurut dia, bangunan pendopo semestinya mencerminkan ornamen nuansa lokal dan adat budaya setempat.
Gunanya, untuk dapat membantu meningkatkan kesadaran dan penghargaan masyarakat terhadap budaya lokal, serta memperkuat identitas daerah, dalam memadukan antara etika dan estetika.
“Design sekarang ini dengan ornamen minimalis, mengekspresikan budaya moderatis business. Ini yang kita sesalkan,” kata Teuku Sukandi.
Dengan alasan design itu, dia mengaitkan dengan latar belakang bupati non aktif H. Mirwan MS yang menggeluti bisnis. Sehingga nuansa “dagang” menjadi inspirasi kebijakan bupati.
Secara panjang lebar, tokoh yang malang melintang dalam dunia politik, konflik dan LSM itu, mengatakan, seharusnya, pendopo dapat menjadi simbol kebanggaan masyarakat setempat dan menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk melestarikan dan mengembangkan budaya lokal.




