KARAWANG (MA) – Jelang bulan Pers Februari mendatang puluhan pimpinan redaksi media dari berbagai daerah, baik itu media online, cetak, radio, dan televisi, secara resmi mendeklarasikan Asosiasi Pimpinan Redaksi Indonesia (APRI) di Swissbel Inn Karawang pada Kamis, 30 Januari 2025.
Deklarasi ini bertujuan untuk mempererat kolaborasi antar pemimpin redaksi serta memperjuangkan kebebasan pers yang berlandaskan pada kode etik jurnalistik.
Ketua Presidium APRI, N. Hartono, menegaskan bahwa organisasi ini mengusung tagline ‘Pers Berdaya, Pers Berbudaya’ sebagai komitmen untuk mendorong jurnalisme yang profesional, berintegritas, serta bertanggung jawab secara sosial.
“Kami percaya bahwa pers yang berdaya akan mampu menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat. Sementara itu, pers yang berbudaya akan menjaga tradisi, kearifan lokal, serta memperkaya peradaban bangsa,” ujar Hartono yang akrab disapa Romo.
Menurutnya, APRI akan berperan dalam memfasilitasi pengembangan kapasitas insan pers melalui pelatihan dan diskusi. Selain itu, APRI juga berkomitmen untuk menjaga kebebasan pers agar tetap independen dan tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu.
“Melalui deklarasi ini, kami berharap APRI dapat menjadi garda terdepan dalam membangun ekosistem media yang sehat, independen, dan berkualitas,” tuturnya.





