REDELONG (MA) – Pelaksanaan debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Bener Meriah kembali menuai kritik. Acara yang diharapkan menjadi ajang penyampaian visi-misi para kandidat tersebut dinilai belum dilaksanakan secara profesional.
Kritik ini muncul akibat sejumlah kendala teknis yang mencolok. Salah satunya adalah pengabaian durasi oleh pembawa acara, sehingga waktu yang seharusnya dialokasikan dengan tepat tidak dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, terdapat kesalahan dalam penampilan visual, di mana nama salah satu kandidat yang muncul tidak sesuai dengan gambar yang ditampilkan.
“Hal ini jelas merugikan pasangan calon (Paslon) sebagai peserta debat publik. Intinya, Komisi Independen Pemilihan (KIP) sebagai penyelenggara maupun pihak event organizer (EO) yang melaksanakan acara tersebut belum maksimal dalam menyelenggarakan event penting seperti debat publik. Acara ini menjadi konsumsi masyarakat Bener Meriah bahkan masyarakat luar yang menilainya,” ujar Hadi, seorang pemerhati debat dari Bener Meriah, Sabtu (16/11/2024).
Menurut Hadi, kesalahan semacam ini dapat memengaruhi persepsi publik terhadap profesionalisme penyelenggaraan debat, padahal acara tersebut memiliki peran penting dalam memberikan gambaran kepada masyarakat terkait kualitas para kandidat.




