“Program ini bertujuan untuk mewujudkan Generasi Emas pada 2045 mendatang. Tidak hanya untuk anak usia sekolah. Setiap SPPG juga diwajibkan mengalokasikan 10 persen paket MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui dan Balita non PAUD,” kata Isyana.
“Jadi, mewujudkan Generasi Emas tidak semata memberikan asupan gizi seimbang melalui MBG kepada anak usia sekolah, karena berbicara Generasi Emas jug berkaitan dengan pencegahan stunting, yaitu pada seribu hari pertama kehidupan. Karena itu MBG juga menyasar kelompok tersebut,” sambung Wamen Isyana.
Isyana menjelaskan, BKKBN telah menandatangani MoU dengan dengan Badan Gizi Nasional. Dengan adanya MoU ini, maka kader-kader pendamping keluarga akan mendata serta membagikan MBG kepada Ibu hamil, ibu menyusui serta Balita non PAUD.
“Ini merupakan langkah, upaya dan ikhtiar kita melakukan pencegahan stunting yang selalu kita upayakan untuk menekan. Upaya ini cukup membuahkan hasil di 2023/2024. Di tahun 2025 ini saya optimis akan lebih baik lagi angka penurunannya, karena ada berbagai program intervensi yang kita rumuskan untuk menekan stunting, salah satunya program MBG,” ungkap Wamen Isyana.
Pada kunjungan tersebut, Kak Na turut mendampingi Wamen Isyana saat berkunjung ke kediaman Mauriza Sari, salah seorang Ibu Hamil di Gampong Ie Masen Kayee Adang, untuk menyerahkan MBG kepada Bumil tersebut.




