Damkar Aceh Tamiang Tersinggung Disebut “Makan Gaji Buta”, Berujung Mediasi dan Perdamaian

Langkah damai itu dinilai penting mengingat Damkar dan BPBD merupakan instansi yang membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk akses pasokan BBM untuk menunjang tugas-tugas kemanusiaan dan penanganan keadaan darurat.

Manager SPBU Akui Kesalahan Komunikasi

MANAGER SPBU Alur Bemban, Johan, mengakui adanya kesalahan komunikasi yang dilakukan operator pengisian BBM di bawah tanggung jawabnya.

BACA JUGA...  KUALA YANG DANGKAL, NEGARA YANG DIUJI

Ia menegaskan bahwa pihak manajemen tidak membenarkan ucapan yang dilontarkan oknum petugas tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran Damkar serta BPBD Aceh Tamiang.

“Saya tegaskan, petugas operator pengisian BBM kami memang salah. Sekali lagi saya memohon maaf kepada manajemen Damkar dan BPBD Aceh Tamiang atas kesalahpahaman ini,” tegas Johan.

Johan juga memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan secara damai dan kedua pihak telah saling memaafkan.

BACA JUGA...  PRAJA TURUN TANGAN DI BUMI MUDA SEDIA

Menurutnya, hubungan baik antara SPBU dengan Damkar dan BPBD sangat penting untuk terus dijaga, terutama dalam mendukung kelancaran pelayanan publik dan penanganan situasi darurat di Aceh Tamiang.

Tugas Kemanusiaan dan Penghormatan terhadap Petugas

INSIDEN di SPBU Alur Bemban menjadi pengingat bahwa petugas Damkar dan BPBD bekerja dalam sistem siaga yang tidak selalu terlihat masyarakat secara langsung.