“Pada hari ini kita telah menyukseskan Hari Santri Nasional 2023 sebagai bentuk menghormati guru kami para ulama dan pimpinan dayah Yang dirahmati Allah SWT, serta para santri,” kata Faisal.
Menurutnya, penetapan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap bulan Oktober, merujuk pada tercetusnya “resolusi jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pada masa perjuangan kemerdekaan dahulu.
Dalam acara itu, hadir juga unsur Forkopimda, ketua DPRK diwakili anggota DPRK Darman,
Ketua Mahkamah Syariah, ketua Pengadilan Negeri dan para ulama dayah serta Pesantren dan para SKPK di jajaran Pemkab Aceh Selatan.
Sementara itu, sebelumnya Dinas Pendidikan Dayah telah melaksanakan rangkaian acara lomba seni Kaligrafi dan membaca kitab kuning dalam rangka memeriahkan pelaksanaan Hari Santri Nasional ke-9 tahun 2023 Kabupaten Aceh Selatan.
Menurut Plt. Kadis Pendidikan Dayah, Kahar Muzakar melalui Kabid Pembinaan Kurikulum dan Santri Ismail Us kepada wartawan, mengatakan,
pemenang juara perlombaan itu diberikan hadiah pembinaan dan trophy.
Adapun pemenangnya adalah, untuk lomba baca kitab Kuning bedasarkan keputusan Kordinator Dewan Juri Tgk. Muhibbut Thibri adalah, Maulizar juara I lomba baca kitab kuning utusan Dayah Darussalam Al-Waliyah, Kecamatan Labuhan Haji Barat, Rafi Bintang juara II lomba baca kitab kuning utusan Dayah Darul Ihsan Al-Waliyah dari Kecamatan Labuhan Haji, dan Yusra juara III lomba baca kitab kuning utusan Dayah Darul Wustha dari Kecamatan Labuhan Haji Barat.





