BIREUEN | MA — Di tengah riuhnya dinamika pembangunan daerah dan tajamnya kritik publik, Bupati Bireuen, H Mukhlis, ST. Justru memperlihatkan sisi kemanusiaan yang jarang tersorot. Hal itu terungkap dalam pernyataan yang diungkap dalam acara berbuka puasa bersama di Pendopo Bupati Bireuen, Rabu (18/3)
Pernyataannya yang sempat dianggap “kurang bersemangat” akibat kritik media, kini ia luruskan sebagai bentuk refleksi diri seorang pemimpin, bukan sebagai ungkapan kekecewaan terhadap pers.
Bagi Mukhlis, jabatan yang ia emban bukan sekadar atribut kekuasaan atau posisi administratif. Ia memandang amanah tersebut sebagai tanggung jawab moral yang berat, bahkan ia rasakan hingga ke dalam doa dan sujudnya. Dalam pandangannya, seorang pemimpin harus mampu menerima kritik sebagai bagian dari proses memperbaiki diri dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa rasa “lelah” yang pernah ia ungkapkan bukanlah kemarahan terhadap media. Sebaliknya, hal itu merupakan introspeksi mendalam sebagai seorang pemimpin yang menganggap dirinya layaknya “ayah” bagi seluruh masyarakat Bireuen.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bireuen juga tengah menghadapi tantangan besar dalam menyalurkan bantuan daging meugang menjelang Hari Raya IdulFitri kepada masyarakat, khususnya korban bencana. Bantuan tersebut berasal dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan total dana yang telah ditransfer ke daerah mencapai Rp2.250.000.000.





