Bupati Asel H. Mirwan MS: Sampah yang Dikelola Bisa Menjadi  Energi Alternatif 

Rabu, 30 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Asel H. Mirwan MS membubuhkan tanda tangan sebagai dukungan kerjasama pengelolaan sampah di Jakarta, Selasa, (30/7/2025).(istimewa).

Bupati Asel H. Mirwan MS membubuhkan tanda tangan sebagai dukungan kerjasama pengelolaan sampah di Jakarta, Selasa, (30/7/2025).(istimewa).

JAKARTA | MA Pemerintah kabupaten Aceh Selatan (Pemkab Asel) sangat mendukung upaya pemerintah dalam  pengolahan sampah untuk menjadi energi alternatif, karena pada prinsipnya, daerah itu  harus memanfaatkan sampah tersebut.

“Oleh sebab itu, Pemkab Aceh Selatan Insya Allah siap bekerja sama dalam mewujudkan program ini,” kata  H. Mirwan MS saat menjadi  narasumber dalam forum diskusi aktual Waste to Energi di Jakarta, Selasa, (29/7/2025).

BACA JUGA...  Empat Armada Baru, Bukti Nyata Komitmen Pemkab Aceh Utara Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat

Forum yang diselenggarakan BKSDN Kemendagri itu, mendiskusikan  beberapa masalah teknis yang dihadapi antara lain pertumbuhan penduduk.

Menurut bupati, masalah pertumbuhan penduduk berbanding lurus dengan penambahan timbunan sampah, baik di perkotaan maupun di pesisir.

Selama ini, belum ada pengelolaan sampah secara efektif tetapi masih bergantung pada TPA secara konvensional.

Masih minimnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, rendahnya kapasitas pengelolaan berbasis Gampong serta belum tersedianya sistem digital untuk memantau timbulan sampah, pengangkutan, dan kinerja pengelolaan sampah merupakan persoalan yang harus segera diatasi.

BACA JUGA...  Ada Indikasi ASN dan Sebagian Keuchik "Main Politik Praktis", Cut Syazalisma Pertegas ASN Wajib Netral 

Menurut H. Mirwan MS, masalah teknis lainnya juga berupa jangkauan wilayah layanan yang panjang 196 KM, kekurangan sarana dan prasarana, biaya Operasional belum proporsional, jumlah tenaga Kerja/SDM/Petugas Lapangan yang belum memadai dan belum adanya intervensi teknologi pengelolaan sampah.

Berita Terkait

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 
Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan
Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan
Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan
Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026
800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 
Dihadapan Plt Sekda Aceh, Mahasiswi USK  Sampaikan Kritik dan Masukan
Penegerian Poltas Didukung Tomas, Bupati Mirwan: Ini Prioritas Utama

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:50 WIB

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Jumat, 11 September 2026 - 23:52 WIB

Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan

Jumat, 11 September 2026 - 19:54 WIB

Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan

Jumat, 11 September 2026 - 19:40 WIB

Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026

Jumat, 11 September 2026 - 08:05 WIB

800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 

Berita Terbaru

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan

Jumat, 11 Sep 2026 - 23:52 WIB