Dalam sambutannya, Bupati Armia Pahmi menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik.
Ia menegaskan pentingnya peran strategis PGRI, khususnya Bunda PGRI, dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Lebih lanjut, Bupati juga menaruh harapan besar kepada Dewan Pakar PGRI agar mampu menghadirkan pemikiran yang konstruktif dan solutif dalam menghadapi tantangan pendidikan saat ini.
Ia menekankan pentingnya sistem pendidikan yang tangguh terhadap bencana, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap berlandaskan nilai-nilai Islami.
Menurutnya, pelantikan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum strategis untuk memperkuat peran PGRI dalam mendukung pemulihan sektor pendidikan pascabencana yang sempat melanda wilayah Aceh Tamiang.
Bupati juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan program pendidikan serta mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat semangat pengabdian serta melahirkan inovasi di dunia pendidikan, sehingga kualitas sumber daya manusia di Aceh Tamiang semakin meningkat,” ujarnya.
Acara pelantikan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran PGRI Provinsi Aceh, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, para pengawas sekolah, kepala sekolah, serta anggota PGRI se-Kabupaten Aceh Tamiang.




