Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya menghadirkan bantuan fisik, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif ini. Kolaborasi antara Pikiran Rakyat dan SPS menunjukkan bahwa peran media tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga turut hadir dalam membantu masyarakat,” ujar Armia.
Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan bantuan, sebagaimana disampaikan oleh pihak Yayasan Pikiran Rakyat.
Hal tersebut dinilai sejalan dengan prinsip tata kelola yang baik dan menjadi kunci menjaga kepercayaan publik.
Lebih lanjut, Armia Pahmi berharap proses administrasi, termasuk penyusunan nota kesepahaman (MoU), dapat segera dirampungkan agar pembangunan dapat segera dimulai melalui peletakan batu pertama.
Rencana pembangunan gedung tersebut dirancang sebagai fasilitas multifungsi. Pada lantai dasar akan difungsikan sebagai pusat layanan kesehatan dasar, seperti posyandu, penyuluhan kesehatan, edukasi gizi, serta posko siaga bencana dan penyimpanan peralatan medis.
Sementara itu, lantai dua akan dimanfaatkan sebagai ruang serbaguna berkapasitas sekitar 50 orang yang dapat digunakan untuk musyawarah warga, kegiatan kepemudaan, serta aktivitas sosial kemasyarakatan lainnya.




