Sementara itu, Iskandar Usman Al Farlaky menekankan pentingnya soliditas antar pemimpin daerah dalam membangun Aceh yang lebih baik.
“Kami di daerah harus terus menjaga komunikasi dan kekompakan, agar kebijakan yang diambil selalu sejalan dengan aspirasi masyarakat,” katanya.
Kebersamaan antara dua bupati yang berasal dari Partai Aceh ini mencerminkan semangat persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Dalam suasana yang sarat keakraban, para kader partai berbincang mengenai berbagai isu strategis, termasuk pembangunan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, hingga peran politik Partai Aceh dalam menjaga stabilitas daerah.
Acara ditutup dengan doa bersama, berharap keberkahan Ramadan dapat mempererat persaudaraan di antara sesama.
Bagi Partai Aceh, momen seperti ini bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga manifestasi dari nilai-nilai keislaman dan kebersamaan yang terus dijaga dalam perjuangan politik mereka.(R)




