Momentum bersejarah ini mengulang tradisi yang terakhir kali dilakukan pada tahun 1969, ketika BPIP menyerahkan duplikat bendera pusaka kepada gubernur dari seluruh Indonesia. Prosesi ini merupakan langkah untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila di seluruh elemen bangsa.
“Menurut sejarahnya, ini baru terjadi lagi setelah 5 Agustus 1969, dan ini juga terkait dengan persiapan hari ulang tahun kemerdekaan di IKN,” kata Yudian Wahyudi.
Wakil Kepala BPIP, Rima Agristina, menjelaskan bahwa duplikat bendera pusaka dibuat sesuai dengan konsep aslinya, tanpa adanya jahitan antara kain merah dan putih, serta menggunakan bahan yang tidak mudah luntur. Setiap bendera dilengkapi dengan kode unik pada kemasan dan pengaitnya, sehingga dapat dilacak asal daerahnya.
Sesuai arahan Ketua Dewan Pengarah BPIP, Megawati Soekarnoputri, duplikat bendera pusaka diharapkan ditempatkan di lokasi khusus dan dijaga oleh para paskibraka. Bendera ini akan dikibarkan pada peringatan 17 Agustus 2024 dan setiap peringatan hari lahirnya Pancasila pada 1 Juni.
Selain duplikat bendera pusaka, BPIP juga menyerahkan salinan teks proklamasi, naskah pidato 1 Juni 1945, dan buku teks utama pendidikan Pancasila. Salinan teks proklamasi telah melalui proses autentikasi oleh Arsip Nasional. Buku pendidikan Pancasila diserahkan agar seluruh kepala daerah dapat menyalurkan makna dan pentingnya Pancasila untuk dipahami lebih dalam.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















