Banda Aceh (MA) – Kecenderungan semakin banyaknya kejadian bencana hidro-meteorologis di Indonesia menjadi tantangan bersama untuk dapat dikelola dan dikurangi risikonya.
Untuk mengurangi risiko bencana dan potensi kerugian ekonomi akibat bencana tersebut di masa yang akan datang, Indonesia perlu membudayakan gerakan Pengurangan Risiko Bencana (PRB).
Gerakan PRB yang merupakan sebuah proses pemberdayaan komunitas yang berfokus pada kegiatan partisipatif dalam melakukan kajian, perencanaan, pengorganisasian, serta aksi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai upaya untuk mewujudkan komunitas yang mampu mengelola lingkungan dan mengurangi risiko bencana serta meningkatkan kualitas hidup.
Untuk itu Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), melaksanakan kegiatan sosialisasi gerakan komunitas PRB sungai, yang akan dilaksanakan mulai tanggal 13 hingga 15 Desember 2019. “Gerakan ini diharapkan dapat dilaksanakan secara massif dan berkelanjutan serta melibatkan semua pihak baik pemerintah, masyarakat dan dunia usaha”, kata Kepala Pelaksana BPBA, Ir. Sunawardi, M.Si, didampingi fasilitator kegiatan TM Zulfikar, aktivis lingkungan yang juga Wakil Ketua Forum PRB Aceh, Jum’at (13/12).
Sunawardi juga menjelaskan bahwa sosialisasi gerakan komunitas PRB sungai bermaksud untuk meningkatkan kesadaran, membawa semangat kebersamaan, kesetiakawanan sosial, gotong royong yang baik sehingga menjadi nilai budaya di masyarakat dalam pengelolaan risiko bencana, khususnya di wilayah sekitar sungai.
Fasilitator kegiatan sosialisasi gerakan komunitas PRB sungai, TM Zulfikar menambahkan bahwa kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut, selain itu kegiatan sosialisasi gerakan komunitas PRB sungai pada hari pertama. Pada hari kedua juga akan dilaksanakan pembekalan berupa pelatihan dan pemberian materi terkait pengelolaan sungai dan sumber daya air.
Dalam acara tersebut ada beberapa fasilitator atau narasumber yang akan menyampaikan materi antara lain Prof. Dr. Azmeri, ST, MT, yang akan menyampaikan materi terkait konservasi sungai sebagai upaya bersama menjaga kelestarian sungai. Lalu materi tentang PRB sungai dan langkah-langkah mitigasi bencana alam disampaikan oleh Safwina, ST, M.Agr, serta Ir. TM Zulfikar, MP yang akan menyampaikan bahasan terkait peran masyarakat dalam menjaga Sungai sebagai upaya untuk pengendalian daya rusak air.
Sedangkan pada hari ketiga atau hari terakhir akan dilaksanakan silaturrahmi komunitas yang akan diisi dengan berbagai aktivitas diantaranya aksi bersih-bersih sungai, diskusi dan sharing pengalaman serta deklarasi komunitas peduli sungai, pungkas TM Zulfikar. (R)















