Bocah Penderita Radang Paru-Paru Asal Peudada, Butuh Bantuan Dari Pemerintah dan Dermawan

Minggu, 10 November 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (MA)- Riski Maulana, (5,5) tahun asal Peudada, sudah dua bulan lebih dirawat di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, karena mengidap penyakit radang paru-paru.

Riski Maulana adalah anak dari pasangan Rusli dan Safrina warga Gampong Blang Rangkuluh, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen. Kedua orang tua Riski Maulana, tergolong warga fakir miskin.

“Selama dua bulan lebih Rusli dan Safrina mendampingi dan menjaga anaknya yang sedang dirawat dirumah sakit milik pemerintah Aceh ini, sehingga telah banyak menghabiskan biaya. Oleh karena itu, Rusli dan Safrina sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah serta uluran tangan dari para dermawan untuk membantu mereka.

Muhammad Jamil selaku paman dari Riski Maulana mengatakan, sudah dua bulan lebih, dia terus mendampingi keponakannya yang masih terbaring sakit di Ruang Anak RSUZA Banda Aceh.

BACA JUGA...  Terima Kasih Tentara,Saya Doakan Bapak Dandim Cepat Jadi Jenderal !, Ungkap Nenek Hasanah

“Keponakannya tersebut, pernah dirawat di Rumah Sakit Umum dr Fauziah Bireuen sebelum di rujuk dan dibawa ke RSUZA pada tanggal 9 September 2019,” ungkap Muhammad Jamil melalui pesan WhatsApp kepada media mediaaceh.co.id, Minggu 10 November 2019.

Selain itu, Ia juga menceritakan awal mula keponakannya Riski Maulana sampai dirawat ke RSUZA Banda Aceh. Pertama sekali Riski menderita demam tinggi, lalu dibawa ke RSUD dr Fauziah Bireuen, setelah tiga hari tiga malam dirawat disana, perkembangan kondisi kesehatannya semakin memburuk. 

“Setelah diperiksa oleh dokter setempat, selanjutnya diarahkan kepada pihak keluarga atas nama pasien Riski Maulana harus segera dirujuk ke RSUZA Banda Aceh. Setelah sampai di Banda Aceh, Riski ditempatkan pada ruang PICU selama empat puluh tiga hari,” ujarnya.

BACA JUGA...  Disbupar Tampilkan Even ‘Untold Story of Aceh’

Kemudian, setelah diperiksa oleh dokter, keponakan kami harus diambil tindakan operasi, karena resikonya mengalami masalah pernapasan. Namun hingga kini pasca operasi, Riski Maulana belum bisa menggerakan tubuhnya sampai sekarang. Apalagi di kepalanya sudah luka dan masih tergantung oksigen, serta cairan dalam tubuhnya juga disedot lewat lubang pada bekas operasi di lehernya.

“Riski Maulana lahir pada 24 Februari 2014, adalah salah satu anak fakir miskin yang bertempat tinggal di Gampong (Desa) Blang Rangkuluh, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen”.

“Harapan kami dari pihak keluarga kepada Publik yang dermawan, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen dan Pemerintah Aceh melalui Baitul Mal Bireuen, Dinas Sosial maupun Baitul Mal Aceh dan Dinas Sosial Aceh yang memilki kuasa serta mampu, agar dapat peduli dan tersentuh hatinya untuk meringankan cobaan hidup yang kami rasakan ini. Karena kami selama ini tidak ada lagi biaya makan dan minum dalam mendampingi Riski Maulana, terkadang makan saja kami tidak sampai tiga kali sehari,” ungkap Muhammad Jamil penuh harap.

BACA JUGA...  Anggota DPR Minta Penimbun Obat Corona Dihukum

Lebih lanjut ia juga menambahkan, pihak keluarga saat ini sangat mengharapkan adanya bantuan yang mengalir dalam bentuk apapun dari berbagai pihak sebagai rasa solidaritas kemanusiaan.

“Bila ada para dermawan yang bisa membantu, mohon menghubungi nomor kontak pihak keluarga, 082256652057 A/n Muhammad,” tutup nya.  (Iqbal)

Berita Terkait

RSUD Yuliddin Away Kini Layani Pemasangan Ring Jantung
Program JKN Kian Kokoh, BPJS Kesehatan Cetak SDM Sehat Menuju Indonesia Emas 2045
Wakapolres hingga Kasat Reskrim Berganti, Polres Aceh Selatan Gelar Sertijab
Hari Bhayangkara ke-80, Polres Aceh Selatan Perkuat Sinergi dan Apresiasi Personel Berprestasi
Muzakir dan Tri Susanti Sirait Juara Bhayangkara Run Aceh Selatan 
70 Irpom Diturunkan, Aceh Tamiang Kebut Pemulihan 2.673 Hektare Sawah Pascabanjir
Sejumlah Insiden MBG di Aceh Selatan Diduga Akibat Lemahnya Koordinasi dan Pengawasan
Koramil Sawang Gencarkan Fogging, Sejumlah Desa Disemprot 

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:07 WIB

RSUD Yuliddin Away Kini Layani Pemasangan Ring Jantung

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:03 WIB

Program JKN Kian Kokoh, BPJS Kesehatan Cetak SDM Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:40 WIB

Wakapolres hingga Kasat Reskrim Berganti, Polres Aceh Selatan Gelar Sertijab

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:22 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Aceh Selatan Perkuat Sinergi dan Apresiasi Personel Berprestasi

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:03 WIB

Muzakir dan Tri Susanti Sirait Juara Bhayangkara Run Aceh Selatan 

Berita Terbaru

NEWS FEATURE

Di Tengah Gelombang Aceh, ABAS Memilih Jalur Konstitusional

Minggu, 16 Agu 2026 - 10:13 WIB

Para siswa-siswi menyemarakkan HUT RI Ke-81 tahun 2026 dengan beragam penampilan pakaian di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Sabtu, (15/8).

PEMERINTAHAN

Ribuan Warga Terpukau dengan Penampilan Pelajar di Jalan Raya 

Sabtu, 15 Agu 2026 - 17:14 WIB