BNPB Dinilai Lamban, Mahasiswa USK Desak Presiden Bentuk Tim Khusus Bencana Sumatera

Sabtu, 20 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Himpunan Mahasiswa Budidaya Perairan
Fakultas Kelautan dan Perikanan USK, Akhdan Mamduh.

Ketua Himpunan Mahasiswa Budidaya Perairan Fakultas Kelautan dan Perikanan USK, Akhdan Mamduh.

BANDA ACEH  | MA — Banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dalam beberapa waktu terakhir kembali menyingkap persoalan klasik penanganan bencana di Indonesia, negara lamban, koordinasi lemah, dan kepemimpinan krisis yang tidak tegas.

Bencana yang terjadi hampir bersamaan di satu kawasan besar seperti Sumatera semestinya diperlakukan sebagai krisis regional, bukan sekadar akumulasi bencana daerah yang ditangani secara terpisah.

BACA JUGA...  Aminullah Usulkan Kota Berbudaya Dapat Penghargaan Presiden

Di Aceh, banjir dan longsor mengisolir sejumlah wilayah, memutus akses jalan, distribusi logistik, serta layanan dasar masyarakat. Di Sumatera Barat, bencana serupa menelan korban jiwa dan merusak permukiman warga.

Sementara itu, di Sumatera Utara, banjir dan longsor kembali terjadi di wilayah-wilayah rawan yang seharusnya telah memiliki sistem mitigasi yang lebih matang.

BACA JUGA...  Alat Berat Bantuan Wakapolri Buka Akses Jalan di Gampong Lubok Pusaka

Namun fakta di lapangan menunjukkan respons yang lamban dan ketergantungan penuh pada kapasitas pemerintah daerah yang terbatas.
Kondisi ini memunculkan kritik tajam terhadap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana nasional.

Lemahnya koordinasi lintas daerah, tersendatnya distribusi bantuan, serta ketidaksiapan menghadapi bencana beruntun dalam satu kawasan menunjukkan persoalan serius dalam manajemen krisis. Dalam situasi darurat, keterlambatan hitungan jam, bahkan menit, dapat menentukan hidup dan mati warga terdampak.

BACA JUGA...  ​Pidie Jaya Sigap Cegah Flu Singapura di Arena MTQ Aceh Ke-XXXVII 

Berita Terkait

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Rabu, 23 September 2026 - 22:58 WIB

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Berita Terbaru

Kadis PUPR Aceh Selatan Skar Fharaby.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan Tanggapi Pemberitaan 

Rabu, 14 Okt 2026 - 22:57 WIB

Saat TNI bersama warga Gampong Lawe Buloh Didi, Kluet Timur, Aceh Selatan membangun jembatan beton.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

MILITER

TNI Bangun Jembatan di Gampong Lawe Buluh Didi

Rabu, 14 Okt 2026 - 22:20 WIB

RAGAM BERITA

Malam Ini, FPRMI Aceh Dilantik 

Rabu, 14 Okt 2026 - 17:24 WIB

Kegiatan DPC Partai Demokrat Aceh Tengah dalam rangka Setetes Darah Untuk Sejuta Harapan bekerja sama dengan RSU Datu Beru Takengon

POLITIK

Demokrat Aceh Tengah Gelar Donor Darah 

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:48 WIB

Serah terima pengurus PGRI PC TJA lama dengan baru yang disaksikan oleh Wakil Ketua I dan II PD PGRI Kabupaten Aceh Utara di aula K3S TJA, Rabu, (14/10).

PEMERINTAHAN

Secara Aklamasi, M. Yusuf M. Amin Pimpin PGRI PC TJA 

Rabu, 14 Okt 2026 - 12:32 WIB