SUMATERA UTARA, (MA) – Baru-baru ini Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPW BI) Provinsi Aceh mengadakan kegiatan edukasi dan sosialisasi kebijakan Bank Indonesia serta Gethering Mitra Jurnalis Aceh dengan mengunjungi kelompok tani Juli Tani yang terletak di Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu,(5/11/2022).
Kunjungan tersebut bertujuan supaya dapat diketahui langsung oleh sejumlah jurnalis mitra KPW BI Provinsi Aceh terkait kebijakan dan langkah yang sudah dilakukan oleh Bank Indonesia provinsi Aceh dalam pengendalian inflasi daerah.
KPW BI Provinsi Aceh sudah melakukan perjanjian kerjasama dengan kelompok tani Juli Tani untuk perdagangan cabai merah guna stabilisasi harga dan pengendalian inflasi daerah terkait pemenuhan kebutuhan pokok strategis guna menekan inflasi di provinsi Aceh.
Supaya memenuhi kebutuhan cabai merah menekan inflasi di provinsi Aceh Bank Indonesia sudah melakukan penandatanganan MOU cabai merah antara pedagang pasar Lambaro dengan kelompok tani Juli Tani Kabupaten Deli Serdang, dalam sehari kelompok tani tersebut dapat memasok 1 ton cabai merah untuk kebutuhan masyarakat Aceh.
Kelompok Juli Tani merupakan kelompok binaan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Utara berdiri pada 1 Juli 1982, awal mulanya kelompok tani tersebut beranggotakan 30 orang dari perkumpulan petani di Desa Sidodadi Ramunia saat ini kelompok tani tersebut di ketuai oleh Yareli
“Sekarang kita sudah berjumlah 105 orang anggota dan tambah pekerja tetap semunya menjadi 250 orang. Karena adanya kluster ini kami jadi bisa menyerap tenaga kerja di sekitar desa,” kata Yareli.
Selain itu Yareli menceritakan permintaan cabai merah untuk Aceh setiap harinya semakin meningkat, pasar Lambaro Aceh saat ini meminta 3 ton cabai merah setiap harinya, tetapi yang bisa di penuhi sekitar 1 ton.
“Kita setiap hari memproduksi cabai merah sebanyak 7 ton yang bisa kita kirimkan ke Aceh hanya 1 ton selebihnya di suplai ke Pekanbaru, Palembang, Batam dan sejumlah kota di Sumut, dengan jumlah lahan cabai merah sekitar 48 hektar ,” jelasnya.
Yareli menjelaskan pihaknya dapat memproduksi cabai merah sekitar 20 ton per hektar di dua musim tanam, jumlah pertahunnya mencapai 800 ton itu semua berkat binaan BI wilayah Sumut dilatih bagaimana cara teknik budidaya yang benar, dan pengolahan lahan secara mekanisasi yang baik.
Untuk diketahui inflasi Aceh pada Oktober 2022 sebesar -0,25 persen lebih rendah dari bulan sebelumnya September yang tercatat sebesar 0,77 persen (bulan ke bulan). Sedangkan secara tahunan, inflasi pada Oktober 2022 sebesar 6,64 persen.
Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan inflasi komoditas aneka cabai. Inflasi pada keseluruhan tahun 2022 diperkirakan meningkat di atas sasaran inflasi 3±1 persen. Hal itu di sampaikan oleh Yon Widiyono pada acara edukasi dan sosialisasi kebijakan Bank Indonesia kepada jurnalis, di Auditorium Teuku Umar KPW BI Perwakilan Aceh.
Upaya lain yang telah di lakukan oleh KPW BI Provinsi Aceh dalam pengendalian inflasi yaitu pengembangan cabai merah pada kelompok tani Aceh Tengah, gerakan tanam 60 ribu bibit cabai merah dengan pesantren. (Mulyadi).




