Bendera Alam Peudeung Lambang Aceh Asli

Foto: ilustrasi

Sabang (ADC) – Persoalan Bendera Alam Peudeung (Alam Pedang) yang kini hangat diperbincangkan masyarakat Aceh, pasca timbulnya keraguan terhadap versi lain, dimana ada pihak yang menyebutkan bahwa Bendara Bulan Bintang merupakan Bendera Aceh.

Bahkan, akhir-akhir ini kerap didengungkan bahwa pihak wakil rakyat yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah mengesahkan Bendera Alam Peudeung, sebagai Bendera yang sah dan diakui.

Pun begitu, ada sebahagian masyarakat Aceh menilai bahwa Bendera Kerajaan Aceh Darussalam adalah yang berlambang Bulan Bintang. Namun, menurut berbagai sumber dan sejarah Aceh, dinyatakan bahwa Bendera Aceh yang asli yaitu Bendera Alam Peudeung yang berbenruk dua Pedang (Peudeung) dan kontroversi persoalan Bendera masih berlanjut walau telah tercatat dalam sejarah.

BACA JUGA...  M. Jhony Bersama Ayah Wa dan Panyang Lakukan Silaturahmi Antar Partai

Dikutip dari pakar sejarah Aceh, Drs H Rusdi Sufi (alm) disebutkan, bahwa Bendera Alam Peudeung merupakan lambang Aceh yang asli. Artinya, bukan Bendera Bulan Bintang yang diperbincangkan banyak orang semala ini

Sebagai pakar sejarah beliau sempat menjelaskan tenteng Bendera berwarna merah dengan lambang Bulan Bintang dan pedang Onjok (Daun Aren), merupakan pedang khas Aceh yang berbentuk Daun Aren terletak melintang di bawah lambang Bulan Bintang itu, layaknya Bendera yang selams ini sering diperlihatkan.

BACA JUGA...  Lagi-Lagi Rekomendasi Mengalir Ke Pasangan Ayah Wa-Panyang, Kali Ini dari DPP PKS

Alam Peudeung dalam bahasa Aceh maknanya, “Alam” yang berasal dari bahasa Arab berarti Bendera dan “Peudeung” atau pedang. Bendera ‌Alam Peudeung merupakan Bendera Kerajaan Aceh Darussalam berdasarkan catatan sejarah yang ditulis oleh Belanda. Namun begitu, belum ada catatan dalam sejarah dan fakta yang jelas menggambarkan wujudnya,” jelasnya kepada sejumlah awak media, 26 Juli 2019 lalu.

“Memang ada Bendera Bulan Bintang tetapi Bendera tersebut dikibarkan untuk membangkitkan semangat perang, dalam pertempuran saat melawan musuh” imbuhnya.

Walau demikian tambahkan lagi, ada banyak versi yang menerangkan tentang simbol Aceh, akan tetaoi diyakini bahwa Alam Peudeung merupakan Bendera asli bangsa Aceh.

BACA JUGA...  Diduga Terlibat Skandal Pajak Bireuen, Cabup PA Dipanggil Jaksa

“Memang ada banyak versi, tapi menurut saya lebih cenderung pada Bendera Alam Peudeung dengan ini,” terangnya sembari memperlihatkan ilustrasi Bendera Alam Peudeung yang tampil dalam buku Tarikh Aceh dan Nusantara karya Zainuddin.

Seperti diketahui buku yang bergambar ilustrasi Bendera Aceh di masa Kerajaan Aceh Darussalam berjudul “Alam Atjeh” terdapat syair berbahasa Aceh yang berbunyi, “Di Aceh Na Alam Peudeung, Cap Sikureung Bak Jaoru Raja (Di Aceh Ada Alam Peudeung Ber-Cap Sembilan di Tangan Raja) “. Dan buku tersebut menceritakan kegemilangan sejarah Aceh dimasa lalu.(r)