Begini Penilaian Kemendagri RI, T. Sukandi Sorot Daerahnya 

Ketua Forum Peduli Aceh Selatan T. Sukandi, (Photo/MEDIAACEH.CO.ID/Istimewa).

TAPAKTUAN (MA) Ketua Forum Peduli Aceh Selatan (For-PAS) T. Sukandi menyorot daerahnya yang kurang inovatif.

Sorotannya, disampaikannya kepada wartawan di Aceh Selatan, baru-baru ini, sehubungan penilaian Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) yang menempatkan Aceh Selatan pada katagori kurang inovatif.

“Kita prihatin juga terhadap  Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan yang Kemendagri pada posisi 19
Indeks Inovasi Daerah (IID)   dari 23 Kabupaten/Kota di Aceh,” kata T. Sukandi.

BACA JUGA...  Keluhan Petani Teratasi, Pasokan Air Irigasi GP Kembali Lancar 

Begitupun, dia berharap agar menjadi motivasi dan penyemangat  mendorong kemajuan  kabupaten Aceh Selatan ke arah yang lebih baik.

Menurutnya, ironi kalau Aceh Selatan tidak mampu menjadi daerah yang inovatif, karena tersedia fasilitas, sarana dan prasarana untuk mencapai inovasi.

“Potensi alam dan didukung oleh SDM yang memadai, akan mampu mewujudkan berbagai inovasi,” katanya.

BACA JUGA...  H. Mirwan Resmikan SR: Cara Pemerintah Mengentaskan Kemiskinan

Menurut tokoh masyarakat Aceh Selatan ini, persoalan inovatif atau tidak inovatif bisa jadi karena belum ada dorongan untuk menempatkan  tenaga yang memiliki kemampuan untuk berinovasi.

Inovasi, katanya, sangat dibutuhkan untuk mengubah kebiasaan menjadi paling kreatif dengan mendominasi perilaku hidup yang produktif.

Pembukaan lapangan pekerjaan bagi pekerja muda, menjadikan usaha dengan menghasilkan jasa, adalah bagian dari inovasi itu sendiri.

BACA JUGA...  Verifikasi Proklim Kampung Iklim Subtropis Aceh Selatan 2025

“Oleh karena itu, kita mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan untuk membuka lapangan usaha guna menampung tenaga kerja yang luas untuk meningkatkan taraf hidup ” katanya.

Dia juga berharap, agar Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan terus meningkatkan kinerjanya dalam bidang pemerintah dan kemasyarakatan.

Pelayanan publik dan pemberdayaan  masyarakat menjadi parameter pembagunan yang berhasil atau tidak.(Maslow Kluet).