LHOKSEUMAWE (MA)– Bank Aceh Syariah (BAS) bergerak cepat menormalkan kembali layanan perbankan pasca-banjir besar yang melanda Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Aceh Timur.
Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, melakukan kunjungan kerja maraton ke sejumlah kantor cabang terdampak untuk memastikan operasional kembali berjalan optimal.
Kunjungan tersebut mencakup KC Lhokseumawe, KC Samudera Lhokseumawe, dan KC Idi, yang merupakan simpul penting aktivitas ekonomi masyarakat. Dalam tinjauannya, Dirut melihat langsung kerusakan yang ditimbulkan banjir, mulai dari gangguan jaringan hingga infrastruktur layanan.
“Kami tidak ingin musibah ini berlama-lama mengganggu akses masyarakat terhadap layanan perbankan. Ekonomi rakyat harus segera bangkit, dan Bank Aceh berkomitmen menjadi pendorong pemulihan itu,” ujar Fadhil Ilyas dalam rilis pers yang diterima redaksi media ini, Senin, 01 Desember 2025.
Di KCP Lhoksukon dan KCP Sampoinet, tim menemukan kendala teknis serta kerusakan infrastruktur ringan. Namun, tim tanggap darurat Bank Aceh segera melakukan pemulihan dengan pola kerja 24 jam, memastikan stabilisasi jaringan, koneksi internet, dan ketersediaan layanan transaksi real-time, termasuk ATM.
Bank Aceh juga memastikan seluruh nasabah tetap dapat mengakses dana mereka melalui ATM, Mobile Banking Action, dan layanan terbatas di kantor-kantor yang sudah dinormalisasi.
Fadhil Ilyas menegaskan bahwa perbankan daerah memiliki tanggung jawab besar dalam situasi bencana. “Prioritas kami bukan hanya pemulihan gedung dan sistem, tetapi bagaimana masyarakat bisa kembali bertransaksi dengan aman. Kami juga menjaga agar seluruh karyawan terdampak bisa segera pulih,” ujarnya.
Kunjungan Dirut menghasilkan beberapa keputusan strategis, antara lain:




