Bakri Siddiq Disarankan Bangun Sinergisitas dengan Berbagai Elemen

Rabu, 14 September 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH, MEDIAACEH.CO.ID Sejak dilantik 7 Juli 2022 lalu hingga beranjak memasuki pertengahan bulan ketiga memimpin Banda Aceh, Pj Walikota Bakri Siddiq terlihat masih linglung dan belum konsisten dalam membangun kota Banda Aceh.

Ironisnya lagi, sosok Birokrat senior asal mendagri tersebut terlihat kurang memahami persoalan Banda Aceh secara baik dan masih terkesan meraba-raba.

Menurut pria yang akrab disapa Jhon itu, memimpin ibukota provinsi Aceh yang penuh dengan keberagaman itu bukanlah perkara mudah. Pj Walikota harus pandai membawa diri dan terus melakukan langkah-langkah bersinergisitas, karena membangun Banda Aceh tak cukup dengan jenjang akademik dan kemampuan pribadi.

“Seyogyanya Pj Walikota Bakri Siddiq sejak awal sudah melakukan langkah-langkah penguatan internal pemerintahannya bukan justru di bola-bola sekali ke kanan dua kali ke kiri oleh para pemain di birokrasi. Jika memang Pj Walikota memang belum tuntas memahami persoalan pemerintahan kota, maka alangkah eloknya minta masukan kepada para tokoh dan para senior, bukan malah terkesan menerawang,” ungkap Ketua FPMPA Muhammad Jasdi, Rabu 14 September 2022.

BACA JUGA...  Sejumlah Sekolah dan Guru di Aceh Utara Terima Penghargaan Hardiknas 

Pihaknya juga mengingatkan agar Bakri Siddiq tidak terlalu terobsesi dengan pencitraan yang relatif lebay, namun bagaimana menunjukkan kerja nyata dan tuntas sehingga dengan sendirinya citra yang positif itu akan terbangun di mata publik.

“Tentunya sebagai sosok yang ditunjuk Mendagri untuk memimpin Banda Aceh selama 1(satu) tahun sesuai SK yang telah ditetapkan, Pj Walikota Bakri Siddiq semestinya lebih fokus menuntaskan program-program RPJM hingga tahun 2022 dan juga program-program prioritas pemerintah pusat di Banda Aceh. Jadi, dengan waktu yang relatif singkat itu terlalu muluk-muluk rasanya jika mencoba mencanangkan sesuatu yang hanya sebatas obsesi tapi perlu waktu lama untuk terealisasi,” ujarnya.

Dia menilai, Pj Walikota semestinya lebih fokus mengerjakan program yang bermanfaat dalam jangka pendek dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Jangan berangan-angan terlalu tinggi dan terus terbuai bisikan maupun obsesi, nanti khawatirnya masa jabatan sebagai penjabat berakhir, namun tak ada hal nyata yang menyentuh rakyat yang mampu dilakukan,”katanya.

BACA JUGA...  PJ Walikota Lhokseumawe Lantik Tiga Kepsek SD

Menurutnya, jika Pj Walikota Bakri Siddiq terlalu lama melamun dan tidak mengambil langkah kongkret yang mampu dilakukan untuk jangka pendek sangat memungkinkan hasil evaluasi mendagri 3 bulan pertama akan mendapatkan peringatan. “Bahkan sah-sah saja jika Mendagri berdasarkan permintaan masyarakat dan hasil evaluasi malah mencopot yang bersangkutan sebelum SK nya berakhir selama satu tahun, ini tentu akan sangat disayangkan nantinya,”imbuhnya.

Dia kembali mendesak Pj Walikota Banda Aceh untuk fokus penguatan internal dan membangun sinergitas demi menghasilkan solusi kongkret terhadap persoalan yang ada. “Kuatkan internal pemerintah, hindari pencitraan berlebihan lalu bangun sinergitas agar dapat mewujudkan program jangka pendek yang bermanfaat kepada rakyat. Pj Walikota jangan terlalu sering mendengarkan hembusan angin segar hingga terpolarisasi dengan dinamika perpolitikan yang ada, lebih baik fokus tunjukkan kerja nyata. Apalagi masyarakat Banda Aceh pada umumnya belum merasakan sentuhan langsung yang nyata dari penjabat walikota utusan mendagri tersebut,” tegasnya.

BACA JUGA...  Aceh Tamiang Zona Merah, Sekda Gelar Rakor Teknis Penanganan Covid19

Selain itu, Pj Walikota juga harus menghindari masukan-masukan yang bersifat merusak silaturrahmi dan adu domba. “Jika memang semangat silaturrahmi yang ingin dikedepankan sebagai wujud Aceh Meutaloe wareh, gaseh meugaseh bila meubila, maka pihak-pihak yang memberi masukan yang berpotensi merusak silaturrahim dan adu domba harus dihindari. Biasanya pihak-pihak seperti itu hanya ingin mendapatkan posisi strategis dengan menyalahkan berbagai pihak lainnya, sehingga ujung-ujungnya malah bertentangan dengan semangat silaturrahmi yang selama ini selalu didengungkan Pj Walikota Bakri Siddiq,” tutupnya.(R).

Berita Terkait

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 
Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan
Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan
Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan
Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026
800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 
Dihadapan Plt Sekda Aceh, Mahasiswi USK  Sampaikan Kritik dan Masukan
Penegerian Poltas Didukung Tomas, Bupati Mirwan: Ini Prioritas Utama

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:50 WIB

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Jumat, 11 September 2026 - 23:39 WIB

Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan

Jumat, 11 September 2026 - 19:54 WIB

Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan

Jumat, 11 September 2026 - 19:40 WIB

Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026

Jumat, 11 September 2026 - 08:05 WIB

800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 

Berita Terbaru

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB