Bacalon Bupati Bireuen Tidak “Ceulet Meulisan” Bak Rung Masyarakat

BIREUEN (MA) Menjelang pendaftaran para calon Bupati Bireuen, kondisi pentas politik mulai menghangat. Para calon Bupati mulai menebar angin syurga atau dalam bahasa Aceh “Ceulet Meulisan”

Pegiat sosial Bireuen Zulfikar menilai bahwa janji-janji manis sudah tidak relevan lagi dimainkan, sebaliknya pencerdasan politik lebih penting dilakukan oleh para calon kepala Daerah.

BACA JUGA...  Elga : Keren itu Berprestasi Bukan Bangga Jadi Bagian Dari Prostitusi

Seperti pernyataan salah seorang calon Bupati Bireuen beberapa waktu yang lalu bahwa akan memberikan gajinya untuk anak yatim di kabupaten Bireuen kalau dipercaya oleh masyarakat, menurut Zulfikar adalah bentuk kebohongan publik.

Menurutnya, perlu diperjelas kepada masyarakat gaji saja atau seluruh tunjangan, karena penghasilan terbesar bupati itu bukan pada gajinya, tapi pada seluruh tunjangan dan dana perjalanan dinas yang mencapai 2 milyar setiap tahunnya.

BACA JUGA...  Paslon Nomor Urut 1 Aceh Utara Silahturahmi dengan Tokoh dan Masyarakat Tanah Pasir

Zulfikar meminta kepada masyarakat Bireuen untuk lebih kritis terhadap sosok-sosok yang ingin memimpin Bireuen kedepannya.

“Lima tahun kita menempatkan pemimpin yang akan merencanakan pembangunan di Bireuen, nah kalau salah pilih maka lima tahun kita rugi”, pungkas mantan Direktur Adab tersebut. Selasa, (30/7/24) pada media lewat siaran persnya itu.

Zulfikar juga menyinggung Bireuen selama 6 tahun ke belakang, dimana pembangunan dimonopoli oleh salah satu pengusaha yang mengakibatkan terjadinya ketimpangan yang sangat jauh.