Dalam bidang sejarah dan pendidikan, Ayah Wa menyebut Pemerintah Aceh Utara berhasil mendorong peningkatan status Monumen Islam Samudera Pasai menjadi situs nasional yang mendapatkan dukungan APBN sebesar Rp100 miliar. Untuk tahun 2026, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp54 miliar untuk pengembangan situs bersejarah tersebut.
Pemkab Aceh Utara juga ikut mengawal pembangunan SMA Unggul Garuda di Aceh Utara. Sekolah berasrama di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi itu diproyeksikan menjadi pusat pendidikan unggulan berbasis sains dan teknologi (STEM) bagi siswa berprestasi agar mampu bersaing hingga ke perguruan tinggi top dunia.
Terkait penanganan bencana banjir, Ayah Wa menjelaskan Pemerintah Aceh Utara bersama Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat melalui dukungan TNI/Polri, BNPB dan kementerian terkait telah berhasil membangun kembali 19 unit jembatan, memperbaiki sejumlah ruas jalan serta membangun 4.614 unit hunian sementara (huntara).
“Seluruh pengungsi banjir saat ini sudah dapat menempati huntara,” ujar Ayah Wa.
Selain itu, pembangunan 104 unit hunian tetap (huntap) bantuan Kemenko Polhukam telah selesai dan ditempati masyarakat terdampak banjir. Sementara 500 unit huntap bantuan Buddha Tzu Chi masih dalam tahap pembangunan dan tambahan 100 unit rumah bantuan Kapolri juga direncanakan segera dibangun.




