ATR/BPN Pastikan Lahan Sekolah Rakyat

Senin, 21 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (MA)– Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan dukungan penuh terhadap pembangunan Sekolah Rakyat, program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangka pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, menyatakan bahwa pihaknya kini tengah melakukan verifikasi status kepemilikan tanah serta kesesuaian tata ruang terhadap lahan yang diusulkan. Langkah ini dilakukan agar pembangunan Sekolah Rakyat tidak terganjal persoalan hukum atau tumpang tindih kepemilikan di kemudian hari.

BACA JUGA...  Inilah Isi Deklarasi untuk Pancasila yang Dibacakan oleh Mahasiswa Aceh

“Kalau tanah sudah disediakan oleh pemerintah daerah, maka langkah yang kami lakukan adalah verifikasi status kepemilikan. Ini penting dalam konteks kepastian hukum atau land tenure-nya,” ujar Nusron dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Sarana Prasarana dan Infrastruktur Jaringan Sekolah Rakyat, di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (20/05/2025).

Menurut Nusron, dari 69 usulan lahan yang belum mendapat persetujuan dari Kementerian PUPR, sebagian besar berada di kawasan LP2B (Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan), sehingga perlu peninjauan ulang dari sisi peruntukan ruang. Tanah yang akan digunakan wajib memenuhi syarat clean and clear, bebas dari sengketa maupun ketidaksesuaian tata ruang.

BACA JUGA...  Nusron Ajak Daerah Tuntaskan RDTR

Program Sekolah Rakyat sendiri akan membangun sekitar 200 sekolah baru mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, dengan sasaran utama anak-anak dari keluarga miskin atau rentan putus sekolah. Dari total 367 usulan lokasi, masih ada 115 lahan yang belum memenuhi kriteria. Saat ini baru 35 lokasi yang dinyatakan layak dan siap dibangun.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antarkementerian agar program ini berjalan cepat dan sesuai amanah Presiden. Ia mengajak semua pihak terbuka menerima saran dan kritik.

BACA JUGA...  Teken MoU dengan DMI, Menteri ATR/BPN Berkomitmen Tuntaskan Sertipikasi Tanah Wakaf dalam Lima Tahun

“Yang paling penting, kita kerjakan ini sesuai ketentuan dan aturan. Ini bukan hanya soal bangunan sekolah, tapi soal masa depan bangsa,” katanya.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, serta pejabat eselon satu Kementerian ATR/BPN, termasuk Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang, Virgo Eresta Jaya, dan Direktur Penetapan Hak Atas Tanah, Wartomo. (R)

Berita Terkait

Bank Aceh Hadirkan Promo Netflix dan Disney+ Hotstar, Nikmati Bonus Pulsa untuk Setiap Pembelian Paket
Banda Aceh Dinobatkan sebagai Kota Peduli Sastra
Penguatan Kepemimpinan Baru, Bank Aceh Syariah Siap Percepat Transformasi dan Dukung Ekonomi Aceh
DASHAT Jadi Andalan Tekan Angka Stunting
Banda Aceh Perkuat Ekosistem Digital dan Startup
Dayah Dukung Syariat Islam di Aceh
Penguatan Kelembagaan Dayah Berlanjut
Kompetensi Guru Dayah Diperkuat di Aceh
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:34 WIB

Bank Aceh Hadirkan Promo Netflix dan Disney+ Hotstar, Nikmati Bonus Pulsa untuk Setiap Pembelian Paket

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:31 WIB

Banda Aceh Dinobatkan sebagai Kota Peduli Sastra

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:22 WIB

Penguatan Kepemimpinan Baru, Bank Aceh Syariah Siap Percepat Transformasi dan Dukung Ekonomi Aceh

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:13 WIB

DASHAT Jadi Andalan Tekan Angka Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:37 WIB

Banda Aceh Perkuat Ekosistem Digital dan Startup

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto bersama Gubernur Jawa Barat
Dedi Mulyadi.

POLITIK

Percakapan di X Terkait Pilpres 2029

Senin, 24 Agu 2026 - 13:42 WIB

OLAHRAGA

KSMI Siapkan Liga Santri dan Piala Asia

Minggu, 23 Agu 2026 - 18:26 WIB

Mahasiswa KKN Kelompok 24 Unimal melakukan penanaman tanaman.

PENDIDIKAN

KKN Kelompok 24 Ubah Lahan Kosong Jadi Lahan Produktif

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:25 WIB