Atlet dan Jurnalis PON XXI Aceh-Sumut Bicara Toleransi Beragama di Aceh

Banda Aceh, MA – Selama pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut di Aceh, kisah-kisah toleransi beragama menghiasi atmosfer kompetisi yang penuh semangat. Dalam suasana yang damai, masyarakat Aceh menunjukkan sikap saling menghargai dan menghormati orang-orang yang berbeda suku dan agama, membuktikan bahwa keragaman dapat menjadi sebuah kekuatan.

BACA JUGA...  10 Kelompok Satgas Kodim 0207/Sml Kebut Rehab 10 RTLH di Kel Tomuan Siantar Timur

PON 2024 ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momen untuk menunjukkan toleransi beragama yang kuat di Bumi Serambi Mekah. Aceh, yang dikenal dengan penerapan syariat Islam yang kental, menunjukkan sikap terbuka terhadap berbagai agama lainnya.

Miata Ayobi, atlet Tarung Derajat asal Bali, mengaku senang berada di Aceh. Selama berada di Aceh, ia dan teman-temannya dari kontingen Bali tidak pernah mendapatkan perlakuan yang tidak baik, terutama terkait keyakinan.

BACA JUGA...  Dandim 0107/Asel Silahturahmi dan Coffee Morning dengan Insan Pers 

Menurutnya, Aceh dan Bali memiliki kesamaan: keduanya memiliki mayoritas penduduk yang menganut agama tertentu—Aceh mayoritas Muslim, sedangkan Bali mayoritas Hindu. Keduanya juga memiliki adat istiadat yang harus dihormati oleh para pendatang.

“Secara keyakinan, di Bali dan Aceh memang berbeda. Kita Hindu, Aceh Muslim, tapi toleransinya tinggi. Selama kami di Aceh, tidak ada masalah dengan keyakinan yang kami anut. Tidak ada cerita menakutkan bagi yang bukan Muslim,” cerita Miata.