ASN TNI Juga Harus Siap Bertempur

Menurutnya, ASN TNI merupakan bagian dari organisasi pertahanan yang memiliki peran strategis dalam mendukung tugas pokok TNI.

Oleh karena itu, kemampuan dasar kemiliteran perlu terus diasah sebagai bentuk kesiapsiagaan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan negara.

“Jangan hanya prajurit TNI yang mahir menembak. ASN TNI juga harus memiliki kemampuan tersebut apabila suatu saat diperlukan negara. Staf Operasi agar memfasilitasi latihan bagi mereka karena ASN merupakan bagian dari komponen cadangan,” tegas Brigjen TNI Ali Imran.

Arahan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Korem 011/Lilawangsa, seiring perkembangan tantangan pertahanan yang semakin kompleks.

BACA JUGA...  PWI Aceh Tamiang Imbau Warga Bijak Bermedsos di Tengah Pemulihan Pascabencana

Kemampuan Harus Diiringi Disiplin dan Keselamatan

DANREM juga mengingatkan bahwa kemampuan menggunakan senjata harus selalu diimbangi dengan kedisiplinan, ketelitian, serta pengendalian diri.

Kesalahan dalam penggunaan senjata, menurutnya, dapat berakibat fatal sehingga latihan menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.

“Jangan sampai salah sasaran. Jangan sampai ketika menghadapi musuh justru rekan sendiri menjadi korban. Karena itu, latihan harus dilakukan secara serius agar kemampuan dan keselamatan berjalan seiring,” ujarnya.

Ia menilai latihan yang terprogram akan meningkatkan akurasi, kepercayaan diri, sekaligus memperkuat standar keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas.