Area Parkir Pasar Al-Mahirah “Telan” Lima Kendaraan

Sabtu, 5 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Area parkir  Pasar al-Mahirah Lamdingin Kuta Banda Aceh tanpa fasilitas  pengaman sehingga telah "menelan" korban  lima unit kendaraan.(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

Area parkir Pasar al-Mahirah Lamdingin Kuta Banda Aceh tanpa fasilitas pengaman sehingga telah "menelan" korban lima unit kendaraan.(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

Kekhawatiran serupa disampaikan sejumlah pengunjung pasar. Mereka mengaku harus lebih berhati-hati ketika memarkirkan kendaraan, terutama di lokasi yang tidak memiliki pembatas yang jelas antara area parkir dan drainase.

Menurut keterangan pedagang, beberapa insiden terjadi ketika pengemudi hendak memposisikan kendaraan untuk berhenti. Saat kendaraan bergerak terlalu maju, roda depan dapat melewati batas area parkir. Begitu pula ketika kendaraan dimundurkan atau atret terlalu jauh, roda belakang berisiko masuk ke dalam drainase.

BACA JUGA...  Murtala: RDTR Perkotaan Cot Girek dan Sekitarnya Sangat Diperlukan 

Ada pula kejadian yang disebut terjadi ketika pengemudi menyalakan mesin kendaraan sementara posisi persneling masih berada pada gigi satu. Kendaraan kemudian bergerak maju dan berpotensi masuk ke dalam parit apabila posisi parkir terlalu dekat dengan batas drainase.

Kondisi tersebut semakin sulit diantisipasi karena batas antara area parkir dan drainase dinilai kurang terlihat jelas dari posisi pengemudi. Cat putih pada pagar atau bagian pembatas di sisi parit disebut dapat membuat pengemudi kesulitan memperkirakan batas aman kendaraan.

BACA JUGA...  Dampak Banjir Trumon, Sangat Dirasakan oleh Warga dan Antrian Kendaraan Masih Berlangsung 

“Kalau ada pagar pengaman, pembatas yang jelas atau tanda peringatan, tentu pengemudi akan lebih mudah memperkirakan batas parkir. Kami berharap jangan menunggu sampai ada korban baru dilakukan pembenahan,” ujar seorang pedagang.

Berita Terkait

Ayah Wa: 800 Tahun Samudera Pasai Momentum Kebangkitan Aceh Utara
Sambil Menyeruput Kopi, Ayah Wa Serap Aspirasi Masyarakat Aceh Utara
Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh
Anggota PWI Aceh Tenggara Polisikan Pemilik Akun Facebook Muhamad Saleh Selian
Piasan Pase 2026 Digelar 7 Hari, Aceh Utara Rayakan 800 Tahun Sejarah Pase
Gubernur Aceh Pimpin RUPSLB Bank Aceh
Dugaan Intimidasi Wartawan, Dandim: Ini Kesalahpahaman
Ayah Wa Dorong Pendidikan Aceh Melahirkan Generasi Islami, Unggul dan Bermartabat

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:11 WIB

Area Parkir Pasar Al-Mahirah “Telan” Lima Kendaraan

Sabtu, 5 September 2026 - 11:03 WIB

Ayah Wa: 800 Tahun Samudera Pasai Momentum Kebangkitan Aceh Utara

Sabtu, 5 September 2026 - 10:34 WIB

Sambil Menyeruput Kopi, Ayah Wa Serap Aspirasi Masyarakat Aceh Utara

Jumat, 4 September 2026 - 17:46 WIB

Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh

Jumat, 4 September 2026 - 17:09 WIB

Anggota PWI Aceh Tenggara Polisikan Pemilik Akun Facebook Muhamad Saleh Selian

Berita Terbaru

Ilustrasi cover editorial bantuan stimulan

EDITORIAL

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB

Tim advokat LBH Peradi Profesional bersama warga mengawal proses hukum dugaan pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Serang, Banten. (Foto: JR/MA)

HUKOM

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB